Beranda
|
Selasa, 07 Pebruari 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Densus 88 Geledah Kantor Redaksi Arrahmah.Com
Kamis, 27 Agustus 2009

Jakarta (Sriwijaya Post) - Setelah menangkap Mohamad Jibril alias Ricky Ardhan alias Jibriel Abdul Rahman, Densus 88 Antiteror menggeledah kantor website arrahmah.com di kawasan Bintaro dan rumah Abu Jibril (ayah Mohamad Jibril) di Pamulang.

 

Mohamad Jibril dikenal sebagai pendiri dan pemilik media online dan sebuah majalah bernama JihadMagz (kini berhenti terbit) di Jl Pisok No 45 A RT 7/11 Sektor V Bintaro, Tangerang. Sejumlah komputer, laptop, dan dokumen disita dari dua lokai penggeledahan.

“Mereka (Densus 88) membawa dua laptop punya keluarga dan dua kaset rekaman ceramah,” ujar Abu Jibril saat jumpa pers di mesjid Al Munawwarah, Perumahan Witana Harja, Pamulang, Tangerang, Rabu (26/8).


Menurutnya, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 23.00, Selasa (25/8). Sebanyak 20 petugas satuan Densus 88 mendatangi kediamannya dan memperlihatkan surat perintah penggeledahan.

 

“Seorang petugas bertanya di mana kamar anak saya. Saya bilang dia tidak punya kamar di sini karena tidak tinggal di sini,” ungkapnya. Tim Densus tetap melakukan penggeledahan meski mendapat protes dari Abu Jibril.

Penggeledahan kantor website arrahmah.com berlangsung sekitar 1,5 jam. Pemimpin Redaksi Mohammad Fachri yang sering tinggal di kantor itu ikut diinterogasi. Begitu pula Fadli (karyawan bagian marketing), dan Zirziz (staf).

“Mereka (Fachri cs) diinterogasi polisi lalu dilepaskan,” kata Ketua RT 7/11 Jhoni Chusraeni. Rumah Jhoni hanya berjarak 5 rumah dengan kantor arrahmah.

Jhoni mengaku polisi mendatangi rumahnya, Selasa malam, sebelum menggeledah kantor arrahmah. Polisi menujukkan surat perintah penggeledahan. Sebanyak empat 4 CPU, 1 laptop, buku, dan VCD serta sejumlah berkas dibawa oleh polisi.

Pachri mengaku tidak tahu kapan barang-barang yang disita polisi itu akan dikembalikan.

“Mereka bilang barang-barang itu dipinjam dulu. Kalau memang tidak terkait dengan terorisme katanya akan dikembalikan lagi,” ujar Fachri.

Ia menegaskan, situs arrahmah.com tetap operasional. Kalau situs itu sulit atau lambat diakses, Fachri mengatakan kemungkinan karena banyak yang ingin mengakses.

Agar berita-berita di arrahmah.com tetap up to date, Fachri berencana beroperasi di warung internet.

“Kalau begini kami akan kirim naskah dari warnet. Kan bisa siapa saja yang up load. Kebetulan bergantian,” katanya.

Tak BersembunyiPenasihat hukum Mohamad Jibril dari LBH Muslim, Haryadi Nasution menuturkan keheranannya terhadap penetapan kliennya sebagai buron alias masuk daftar pencarian orang (DPO), beberapa jam sebelum ditangkap. Lima hari sebelumnya Mohamad Jibril muncul di Masjid Al Munawwarah, Pamulang, ketika tempat tersebut dikepung massa dari Barisan Muda Betawi (BMB).

Massa ingin mengambil alih masjid itu dari tangan kelompok Abu Jibril, Kamis (20/6) lalu, dengan alasan selama beberapa tahun belakangan ini dipakai sebagai tempat penyebaran ajaran radikal. Selain itu masjid milik warga kompleks perumahan Witana Harja, Pamulang, tersebut hanya dikuasai kelompok Abu Jibril.

Terlibat PendanaanPolisi menduga Mohamad Jibril dan Ali Muhamad bin Abdullah (warga negara Arab Saudi) terlibat dalam aliran pendanaan buat terorisme dari luar negeri.

“Menurut tim di lapangan, dia terkait dalam pendanaan jaringan teroris. Oleh karena itu kami berani menetapkan status DPO,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Nanan Sukarna, di Mabes Polri. Nanan membantah ada rekayasa dalam penetapan Mohamad Jibril sebagai DPO dan penangkapan yang bersangkutan beberapa jam kemudian. “Silakan, semua orang punya hak bicara,” katanya. (Persda Network/sj3/sj1)

(dikutip dari: Sriwijaya Post Online di http://www.sripoku.com/view/17202/Densus-Geledah-Kantor-Jibril )