Beranda
|
Selasa, 22 Mei 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Indonesia-Malaysia sepakati Award Wartawan " Malik-Razak Ward "
Rabu, 19 November 2008

 Indonesia-Malaysia sepakat buat award untuk wartawan "Malik-Razak Perpaduan Award"

 

        Jakarta, ( PWI Portal Berita,19 Nopember 2008 ) Indonesia dan Malaysia sepakat untuk segera menyelenggakan pemilihan wartawan terbaik dari masing-masing negara yang berhasil menulis tentang hubungahn kedua negara. Kepada wartawan yang memenangi itu akan diberikan award dan diberinama "Malik-Razak Perpaduan Award". Demikian dikatakan Prof. Dr. Abdul Latifr Abu Bakar dari Universitas Malaya yang berkunjung ke kantor PWI,Pusat di Jakarta, Rabu sore.

      

Prof Abdul Latif berada di Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah pejabat pemeriontah dan tokoh-tokoh serta organisasi wartawan. Maksudnya untuk mengadakan semacam penelitian sejauh mana padangan pers Indonesia terhadap Malaysia. Disamping itu juga diteliti langkah-langkah apa yang sebaiknya diadakan oleh Malaysia untuk terus mengeratkan hubungan diantara kedua negara.

 

      Dalam perbincangan selama satu jam setengah, PWI diwakilisejujmlah pengurus pusat antara lain Ketua Bidang Luar Negeri August Parengkuan, Ketua Bidang Pendidikan  Marah Sakti Siregar, Direktur CAJ Astrid B. Soeryo dan Wakil Sekjen Rita Sri Hastuti. Hadir pula dalam pertemuan itu tokoh pers Djafar Hussin Assegaff. Dari pihak Malaysia, selain Prof Abdul Latif, ikut mendampingi dua orang mahasiswa pasca sarjana bimbinganya yang sekarang tengah menempuh pendidikan S2 dan S3.

 

      Direktur CAJ Astrid B. Soeryo mengusul agar organisasi wartawan di Malaysia juga menyelenggarakan pemilihan wartawan terbaik yang menulis, misalnya tentang hubungan kedua negara. PWI sekarang ini tengah memilih wartawan terbaik yang menulis tentang pembangunan demokrasi dan kemanusiaan. Award yang akan menimbulkan raswa bangga itu diberi naman Adinegoro. Mendengar Astri berkata  demikian, Djaffar Assegaff menimpal dengan usulan agar diadakan award baru untuk wartawan Indonesia dan Malaysia yang tulisannya mengeratkan hubungan baik kedua negara yang serumpun.

      

 August Parengkuan yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan hubungan kedua negara selama ini baik baik saja. Kalau toh ada sedikit selisih, paling soal-soal TKI. Sementara itu Marah Sakti Siregar mengatakan, yang suka membuat berita yang membuat hubungan kedua negara "tegang" adalah mereka yang muda-muda dan menulis berita tanpa mengetahui latar belakang sebuah masalah yang ditulisnyas. "Itu sama baik di Indoneazia maupun di Malysia", kata Marah Sakti Sioregar. (Kardiman S)