|
Tangerang (ANTARA News) - Pemimpin redaksi situs berita Arrahmah.com, Muhammad Fakry mengungkapkan bahwa Muhammad Jibril sebagai pemilik perusahaan sekaligus berprofesi sebagai wartawan ingin sekali mewawancarai Noordin M. Top secara eksklusif. "Jibril ingin sekali bertemu dan mewancarai khusus Noordin M Top serta menulis jejak Noordin M Top untuk bisa ditampilkan di situs Arrahmah.com," ujar M Fakry di Tangerang, Rabu (26/8).M. Jibriltengah diperiksa polisi lantaran diduga kuat terkait dengan jaringan terorisNoordin M. Top.
Namun, kata Fakry, keinginan Muhammad Jibril untuk mewancarai Noordin M Top tak kesampaian karena Jibril kesulitan mencari jejak Noordin M Top untuk diwawancarai dan akhirnya Jibril mewancarai pejuang Islam dari Pakistan. "Karena tidak berhasil mencari Noordin M Top untuk diwawancarai, akhirnya Jibril mewancarai pemimpin Mujahidin Taliban Pakistan melalui sambungan telepon dua minggu lalu untuk ditampilkan di situs Arrahmah.com," kata M Fachry. Dia mengaku, tidak ada maksud dari wawancara khusus yang ingin dilakukan Muhammad Jibril untuk mendekatkan diri dengan M Noordin Top. "Antara Jibril dan Noordin M Top tidak ada hubungan sama sekali dengan ledakan bom Mega Kuningan, 17 Juli 2009 lalu, mungkin saja itu kabar yang sengaja dibuat-buat," ujarnya. Ia mengungkapkan, situs Arrahmah.com merupakan situs berita tentang dunia Islam dan jihad, namun selama lima tahun berdiri situs Arrahmah.com banyak mendapatkan pandangan miring dan kritikan. Pandangan miring tersebut, lanjut M Fachry, dibuat oleh pihak-pihak yang tidak menyukai dengan pencitraan situs Arrahmah.com dengan memperjuangkan jihad. Fachry mengaku, situs Arrahmah.com didirikan oleh Muhammad Jibril dan anak dari Abu Jibril itu menjadi pemimpin perusahan situs Arrahmah.com sekaligus berprofesi sebagai wartawan. (*) |