|
Bengkulu (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Brigjen Pol Sukirno, memerintahkan kepada Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bengkulu untuk mencari pelaku penembakan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan LKBN ANTARA Bengkulu yang terjadi Minggu (29/12) malam. "Kita sangat prihatin atas peristiwa itu karena dalam menghadapi Tahun Baru 2009 kondisi Kota Bengkulu sangat aman, tapi peristiwa itu malah terjadi," kata Kapolda didampingi Kapolres Bengkulu, AKBP Budi Dermawan, saat berkunnjung ke lokasi kejadian, yang juga menjadi Balai Wartawan di Bengkulu, Senin (30/12).
Dia mengatakan, modus penembakan itu masih di pelajari oleh pihak berwajib, sedangkan proyektil timah bekas tembakan itu masih akan di tes di forensik Palembang. Kepada para wartawan Bengkulu, pihaknya mengingatkan, agar dalam menjalankan tugas jurnalistiknya selalu waspada dan berhati-hati terlebih akhir-akhir ini marak pemberitaan berbagai kasus yang menimpa pejabat di daerah itu. Melihat arah sasaran peluru, diduga pelaku menembakan menggunakan senjata laras pendek dengan jarak dekat, sedangkan proyektilnya cukup besar dan berbeda dengan peluru senjata yang digunakan polisi. Untuk itu, para wartawan agar tenang dalam menjalankan tugasnya, karena penembakan itu belum diketahui secara pasti modusnya, siapa tahu hanya peluru nyasar saja, ujaranya. AKBP Budi Dermawan memperkirakan, penembakan itu diperkirakan dilakukan dalam jarak dekat, karena sasarannya cukup terlihat jelas yakni menembus bingkai kaca langsung ke kusen pintu dan terjadi lobangan kecil. Untuk membuktikan asal peluru itu, pihaknya masih mengirimkan barang bukti(proyektil) ke Forensik Palembang. Ketua PWI Cabang Bengkulu, Drs. Riuslan, mengatakan bahwa penembakan itu sampai sekarang belum bisa dideteksi akar permasalahannya, karena wartawan dalam menjalankan tugas sehari-hainya sangat identik dengan ancaman bahaya. "Kita semua harus waspada, terutama dalam menjalankan tugas jurnalistik, karena tidak semua orang suka akan hasil pemberitaan wartawan," katanya. Ia pun mengemukakan, selama ini tidak ada sengketa maupun ribut-ribut dengan nara sumber. Kepada pihak berwajib, pihaknya juga mohon bantuan pengamanan, terutama dalam peliputan tahun baru dan tindak kriminal lainnya di wilayah Bengkulu. (*) |