Beranda
|
Selasa, 22 Mei 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Kepala Sekolah Keluhkan Oknum Wartawan Pemeras
Rabu, 18 Pebruari 2009

Purwakarta (ANTARA News) - Para kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan aksi pemerasan dana bantuan operasional siswa (BOS) yang dilakukan oknum wartawan.

 

Seorang Kepala SD di Kecamatan Purwakarta, Nandang, mengatakan, setiap dana BOS cair, oknum wartawan secara beramai-ramai mendatangi kepala sekolah tertentu, untuk meminta bagian. Jika tidak diberi, oknum wartawan itu mengancam akan memberitakan miring perihal penggunaan dana bos di sekolah.

 

"Ditakut-takuti seperti itu, kami takut dan terpaksa memberi bagian oknum wartawan itu dari uang pribadi," katanya, disela acara sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan dana BOS 2009 untuk ratusan kepala sekolah dan bendahara, di Pemkab Purwakarta, Selasa (17/2).

 

Kepala Sub Seksi Sospol Kejari Purwakarta, Dody Gazali Emir, yang memberi materi pencegahan kebocoran dana BOS, meminta para kepala sekolah melakukan penolakan jika dalam pencairan dana BOS tahun 2009 nanti menemukan oknum wartawan yang melakukan aksi pemerasan.

 

Dikatakannya, oknum wartawan yang melakukan pemerasan tersebut biasanya tidak memiliki surat kabar atau dari penerbitan yang tidak jelas.

 

"Kalau wartawan yang benar, tidak mungkin memeras. Jadi, jangan dilayani kalau menemukan aksi pemerasan oknum wartawan itu," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Purwakarta, mengatakan, dana BOS yang akan dikucurkan untuk 447 SD dan 86 SMP se-Purwakarta pada 2009 ini mencapai Rp60 miliar.

 

"Pencairan awal untuk triwulan pertama pada Januari-Maret, segera dilakukan," katanya. (*)