|
Surabaya (ANTARA News) - Pengamat media, Sirikit Syah meminta masyarakat memanfaatkan ruang jurnalisme warga (citizen jurnalism) yang disediakan sejumlah koran akhir-akhir ini.
"Sekarang ini media sangat baik dengan menyediakan ruang menulis untuk masyarakat yang bukan wartawan. Ini merupakan peluang bagi masyarakat umum," katanya pada diskusi dan penutupan pameran lukisan karya Jansen Jasien di 'House of Sampoerna' Surabaya, Kamis.
Namun demikian, ia menyayangkan adanya realitas bahwa ruang jurnalisme warga yang disediakan media itu, khususnya di Surabaya, masih sebatas berisi siaran pers dari sejumlah perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga swasta.
"Seharusnya jurnalisme warga lebih dari itu. Warga bisa menulis apa saja seperti pekerjaan wartawan, asalkan betul-betul berdasarkan fakta yang terjadi," kata pendiri Lembaga Konsumen Media (LKM) itu. Mantan Wakil Ketua Stikosa AWS Surabaya itu juga berharap kepada pengelola agar menyediakan ruang yang lebih banyak lagi bagi masyarakat untuk menyampaikan pemikirannya maupun fakta-fakta yang terjadi secara mendalam. "Jangan hanya satu kolom lima sentimeter, lebih luas lagi. Jadi, warga bisa menulis seperti 'features' atau tulisan mendalam lewat ruang jurnalisme warga itu," kata perempuan yang juga dikenal sebagai penulis cerpen dan puisi itu. Menghadapi kenyataan semacam itu, ia berharap agar organisasi sosial-kemasyarakatan (ormas) juga mendidik anggota atau umatnya dengan kemampuan menulis. Dengan kemampuan menulis yang memadai, maka anggota masyarakat dari suatu ormas bisa menyampaikan pikiran-pikirannya secara lebih luas. "Demikian juga dengan ibu-ibu yang bekerja sebagai rumah tangga. Setelah selesai mengantar anak sekolah dan suaminya berangkat kerja, ibu-ibu bisa belajar menulis. 'Kan sekarang pekerjaan rumah banyak dikerjakan oleh pembantu," katanya. Menurut dia, apa yang dirintis oleh Jansen Jasien dengan menggelar lomba menulis mengenai seni lukis untuk wartawan dan masyarakat lewat blog, website/laman, maupun koran, merupakan terobosan yang harus dilanjutkan. "Jansen Jasien telah merintis dengan membuka kesempatan warga negara untuk menulis. Ke depan, seniman lainnya juga bisa melakukan hal yang sama. Itu juga akan semakin menumbuhkan kritik seni," katanya. (*) |