Beranda
|
Selasa, 22 Mei 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Masyarakat Semakin Terbiasa Nikmati Berita Online
Selasa, 12 Mei 2009

 

 Sample Image   Sample Image

 

Jakarta (PWI News) - Masyarakat kini semakin terbiasa menikmati berita dari media online, dan sebaliknya pengelola media online juga menerapkan kode etik jurnalistik (KEJ) sesuai fenomena karakter multimedia massanya.

 

Hal tersebut terungkat dalam Bedah Kasus 'Bagaimana Penerapan KEJ bagi Jurnalis Media Online" dengan pembicara Wakil Pimpinan Redaksi Jakarta Globe, Bhimanto Suwastoyo, dan Wakil Pemimpin Redaksi Detik.Com, Didik Supriyanto, yang dipandu Ketua Bidang Multimedia PWI Pusat, Priyambodo RH, di Ruang Rapat Utama PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jakarta, Selasa.

 

Pada praktiknya, menurut Bhimanto, KEJ bagi wartawan adalah panduan dasar untuk menjalankan tugasnya secara profesional, dan perbedaannya terletak dari karakter media massa sekalgus teknologi informasinya.

 

"Bagi saya pribadi yang berangkat berkarir sebagai wartawan kantor berita AFP, maka kode etik jurnalistik sudah baku dan menyatu dalam buku panduan atau style book yang ada," katanya.

 

Bhimanto menggarisbawahi bahwa KEJ juga perlu dimaknai sebagai bentuk sensor mandiri (self cencorship) bagi wartawan. "Dengan kata lain, wartawan adalah profesi yang dibentuk oleh pribadi yang kuat untuk memperkuat pula profesinya. apalagi bagi wartawan di media online yang harus mampu menyajikan kecepatan, ketepatan dan kelengkapan berita secara bersamaan," ujarnya.

 

Sementara itu, Didik Supriyanto mengemukakan, tidak dapat dipungkiri bahwa berita di media online yang mengejar kecepatan dan ketepatan, serta tenggat setiap saat cenderung lebih rawan menghadapi masalah menyangkut pencemaran nama baik seseorang dan atau organisasi tertentu.

 

"Media online lebih beruntung karena tidak punya masalah dengan ruang dan waktu, dalam arti tidak terikat jumlah halaman dan durasi penyiaran. Di sisi inilah media online dapat melakukan koreksi, ralat, bahkan hak jawab secara lebih cepat dan selengkap mungkin dibanding media cetak ataupun media elektronik," ujarnya.

 

Didik juga mengemukakan, perkembangan, kemajuan dan penetrasi teknologi informasi membuat masyarakat dewasa ini semakin memahami karakter berita dari media online. "Sekarang semakin banyak yang menikmati berita dari media online, dan mereka juga semakin memahami bahwa aktualitasnya juga berkejaran dengan waktu," demikian Didik menambahkan. (*)