Beranda
|
Selasa, 22 Mei 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Merasa Diancam, Belasan Wartawan Datangi Kejari
Jumat, 24 Oktober 2008

Bojonegoro, ( Radar Bojonegoro,24 Oktober 2008 )

 

Belasan jurnalis di Bojonegoro kemarin mendatangi kantor kejaksaan negeri (kejari) setempat. Mereka ingin menemui Kajari Bojonegoro Bambang Setyo Wahyudi untuk melaporkan tindakan Kasi Pidsus Kusnadi yang dianggap mengancam kegiatan jurnalisme.

Para wartawan itu akhirnya datang di ruang kerjanya. Dia didampingi Kasi Pidum Sutiknyo dan Kusnadi. ''Kami merasa diancam oleh tindakan bawahan Bapak,'' kata Reinno Parenno, wartawan Harian Surabaya Post, saat bertemu Bambang.

Dia menceritakan, awalnya dirinya mewawancarai Kasi Intelijen Sugeng Riyanta yang melakukan penggeledahan di kantor catatan sipil setempat. Namun, tak lama kemudian Reinno mengaku bajunya ditarik Kusnadi. Saat itu, lanjut dia, dirinya ditanya Kusnadi dari wartawan mana. ''Dan saya berbalik, dia malah mengatakan saya gawat sambil menudingkan tangan ke muka saya dengan tatapan tajam,'' ujarnya.

Reinno mengaku tidak tahu maksud ucapan Kusnadi tersebut. Namun, dari tatapan itu, dirinya merasa terancam. Reinno juga mengaku tugasnya sebagai jurnalis ikut terganggu. Karena itu, dia melapor ke kejari. ''Apa mungkin dia emosi dengan saya karena saya menulis kasus dispenda,'' katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bambang menyatakan meminta maaf secara pribadi dan mewakili bawahannya. Dia meminta masalah tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan. ''Saya minta maaf,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Bambang sempat bertanya kepada Kusnadi tentang maksud perkataannya kepada Reinno. Namun, Kusnadi hanya menyatakan ucapannya tersebut guyonan dan tidak ada maksud lain. Apa yang dilakukannya itu, kata dia, tidak ada hubungannya dengan kasus dispenda. ''Jadi nggak ada apa-apa, hanya gurauan,'' ujarnya. (ade)