|
Jakarta (PWI News) - PT Nestle Indonesia, industri produk makanan yang sejak 2002 mendukung Safari Jurnalistik PWI Pusat, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi konsumen berpenghasilan rendah di Indonesia dengan meluncurkan produk-produk ekonomis. Hal itu dikemukakan Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry dalam pembukaan Pameran Produk Bergizi Harga Terjangkau dari Nestle di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, 20 April 2010.
Arshad Chaudhry mengatakan produk ekonomis atau diistilahkan Popularly Positionesd Products (PPPs) yakni menyediakan produk berkualitas dan bergizi dengan harga yang terjangkau. Diharapkan penjualan produk PPPs di dunia akan mencapai US $ 20 miliar pada tahun 2020. Indonesia dengan perkembangan pasar paling bagus di Asia Tenggara diperkirakan akan berkontribusi paling signifikan dalam pencapaian target tersebut. 
Menurut Arshad, tiga manfaat dari PPPs adalah membantu menyediakan gizi yang seimbang bagi para konsumen baru, mendorong pertumbuhan laba bagi Nestle dan memberikan manfaat bagi perekonomian Negara-2 berkembang seperti Indonesia serta penduduknya. Adapun produk yang disediakan Nestle melalui PPPs antara lain susu bubuk ideal, Dancow Balita, Milo Choco Blazz, Nestea, Koko Krunch, dan Nescafe Tubruk. Saluran distribusinya dilakukan dengan cara konservatif, seperti warung kecil dan pedagang asongan.
Setiap produk PPPs dijual mulai dari harga Rp 500 untuk snack hingga Rp 1000 untuk susu. Penggunaan bahan baku local menjadi salah satu cara untuk bias menekan harga jual. Selain di Indonesia, program serupa juga akan dikembangkan di Negara lain, seperti Vietnam, Filipina, Cina dan Brasil. Pada tahun 2009, produsen makanan minuman asal Swiss ini mencatat penjualan global sekitar US$ 33 miliar di negara-negara berkembang. Dalam periode tersebut penjualan PPPs mencapai sekitar US$ 8 miliar atau sekitar Rp 72 trilyun. Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar, menyempatkan diri hadir dalam acara Pameran Produk Bergizi dari Nestle ini. (*) |