|
Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak sepuluh wartawan dan tokoh pers Aceh dari berbagai media terpilih sebagai wartawan terbaik versi Persatuan Wartawan Aceh (PWA) atas dedikasinya menyampaikan informasi pembangunan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) melalui media tempat mereka bekerja. "Penghargaan kepada sepuluh jurnalis itu merupakan wujud perhatian PWA terhadap wartawan yang telah meliput dan menyampaikan informasi sejak Aceh dilanda konflik bersenjata dan tsunami sampai Aceh berbenah kembali saat ini," kata Ketua PWA Kota Banda Aceh, AK Jailani di Banda Aceh, Senin, (5/1).
Ke-10 wartawan dan tokoh pers yang menperoleh penghargaan itu yakni Harun Keucik Leumik dan Iranda (Harian Analisa Medan), H Syamsul Kahar dan Asnawi Kumar (Serambi Indonesia), Azhari (LKBN ANTARA), Munawardy Ismail dan Muhammad Zairin (Waspada) Yayan Despriani (Indosiar), Adi Warsidi (Koran Tempo) serta Imran Joni (Rakyat Aceh). AK Jailani mengatakan, berdasarkan penilaian yang dilakukan PWA, dari puluhan pewarta di Aceh, sepuluh di antaranya dinilai layak mendapat penghargaan, selain eksis pada masa konflik juga dianggap berjasa terhadap perkembangan jurnalistik Aceh hingga saat ini. Penghargaan yang diserahkan Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar dan Ketua PWA NAD Ibrahim Ahmad berlangsung disela-sela peluncuran portal berita foto "Aceh Image" yang pertama di Provinsi ujung paling barat pulau sumatera itu. Ia menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut melalui proses panjang dan seleksi ketat dari tim Aceh Image" dan pengurus PWA Cabang Banda Aceh. PWA adalah organisasi wartawan lokal yang lahir pasca-tsunami 26 Desember 2004. "Dengan penghargaan ini, maka kita berharap menjadi pendorong terutama wartawan muda agar lebih kretif dan produktif di masa-masa mendatang," katanya menambahkan. (*) |