Beranda
|
Selasa, 07 Pebruari 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Pers Asean Terus Perjuangkan Kebebasannya
Kamis, 01 Oktober 2009

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Anggota Konfederasi Wartawan Asean (CAJ) berkomitmen untuk terus memperjuangkan demokrasi dan kebebasan pers sebagai bagian dari upaya pembangunan kesejahteraan masyarakat Asean.

"Salah satu hasil pertemuan konfederasi wartawan Asean ialah kami akan terus memperjuangkan kebebasan pers di kawasan Asean," kata Sekretaris Jenderal CAJ (Confederation of Asean Journalists), Saiful Hadi, pada pembukaan Pertemuan ke-16 CAJ di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

 


Upaya untuk memperjuangkan kebebasan pers itu perlu ada standardisasi, misalkan tidak ada intervensi pemerintah dalam pembredelan pers, dan tidak ada izin untuk penerbitan media cetak. "Perlu ada standardisasi karena hampir semua organisasi wartawan mengklaim di negaranya ada kebebasan pers, padahal sesungguhnya tidak ada," kata Saiful Hadi, yang juga Direktur Pemberitaan ANTARA.

 

CAJ perlu memiliki standar kebebasan pers sebelum melakukan promosi mengenai demokrasi dan kebebasan pers di kawasan negara-negara Asean, katanya.

Selain mengenai kebebasan pers, CAJ akan prioritas program pelatihan wartawan untuk meningkatkan profesionalisme. Selain itu, CAJ juga akan memfasilitasi pertukaran lokasi penugasan wartawan Asean untuk meningkatkan saling kesepahaman di antara mereka

Pertemuan konfederasi wartawan Asean yang dibuka oleh Menteri Perburuhan Malaysia, Dr Subramaniam, itu diikuti oleh wartawan dari tujuh negara anggota Asean, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, sedangkan tiga negara lainnya tidak ikut adalah Myanmar, Brunei Darussalam dan Kamboja.

Subramaniam mengatakan, kebebasan pers merupakan ciri dari rakyat dan negara yang demokrasi. "Oleh sebab itu, pemerintah dan insan pers itu sendiri wajib memperjuangkan kebebasan pers di negara masing-masing," katanya menambahkan.(*)