Beranda
|
Selasa, 22 Mei 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Pers Medan Kutuk Penembakan Wartawan di Gaza
Selasa, 13 Januari 2009

Medan (ANTARA News) - Puluhan insan pers dari berbagai media di Kota Medan berunjukrasa di Kantor Konjen Amerika Serikat (AS) di Medan, Senin (12/1), mengutuk tindakan Israel yang membabibuta dan menewaskan salah seorang wartawan televisi yang meliput di Jalur Gaza.

 

Dalam unjukrasa yang mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian itu puluhan wartawan meneriakkan kutukan atas kebiadaban Israel.

 

Seorang wartawan televisi, Fadal Shana (23), kameramen Palestina yang bekerja untuk Kantor Berita Reuters tewas ditembak pasukan Israel ketika sedang merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah.

Sebelum tewas, Fadal Shana sempat melambaikan tangan kepada pasukan Israel itu untuk menunjukkan identitasnya sebagai wartawan, namun justru dihujani peluru pasukan negara zionis tersebut.

 

Koordinator aksi, Amrizal dalam orasinya mengatakan, penembakan terhadap wartawan televisi yang meliput perang itu menunjukkan Israel tidak mematuhi UU Pers Internasional.

 

Israel bukan hanya melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HMA) berat, tetapi juga berupaya membungkam keberadaan pers yang memiliki posisi netral dalam konflik senjata itu.

 

Dunia internasional layak mengutuk Israel sebagai penjahat perang dan menyeret negara zionis itu ke Mahkamah Internasional dan dijatuhi hukuman berat.

 

AS selaku negara super power juga harus bertanggungjawab penuh atas kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, karena selama ini selalu memberikan dukungan penuh atas tindak-tanduk Israel.

 

"Kami mengajak seluruh organisasi pers internasional untuk mengajukan Israel ke Mahkamah Internasional atas kejahatan perang dilakukannya," kata Amrizal.

 

Hingga orasi berakhir, Konjen AS di Medan, Sean B. Stein atau perwakilannya tidak ada yang keluar menemui pengunjukrasa.

 

Puluhan wartawan itu kemudian melakukan aksi pelemparan bendera Israel dengan telur busuk dan menginjaknya sebagai tanda kutukan dan protes atas semua kekejaman yang dilakukan selama ini.
 
Pernyataan sikap anti-kekerasan terhadap pers oleh Israel di Palestina itu juga dilakukan wartawan di Bandung dan Bogor, Jawa Barat (Jabar). (*)