|
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta, agar kalangan pers nasional terus mendukung upaya memajukan proses demokrasi yang terus dijalankan di negeri ini, antara lain dengan membantu proses pemilu yang berlangsung tahun ini. "Presiden minta tokoh pers mengawal proses pemilu yang sedang berlangsung dan membuatnya lebih maju lagi," kata Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, yang menjelaskan isi pertemuan Presiden dengan sejumlah tokoh pers nasional di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.
Menurut Presiden, pers sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjaga proses demokrasi dengan membuat kualitas pemilihan umum (pemilu) pada tahun ini menjadi semakin baik. "Pers bisa membantu proses pendidikan politik seperti dengan mensosialisasikan proses pemilu, misalnya tata cara pemilu, atau proses mencontreng dan sebagainya," kata Andi mengutip pernyataan Presiden Yudhoyono. Andi mengatakan, kalangan pers yang hadir menyambut baik ajakan Presiden tersebut, dan hal itu telah dan akan terus dilakukan agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan baik dan memperkuat sendi-sendi demokrasi bangsa.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyatakan akan hadir dalam acara puncak "Malam Pers Perjuangan" yang menandai perayaan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2009 di Stadion Tenis Tertutup Senayan dengan tema "Kemerdekaan Pers untuk Rakyat".
Tokoh pers nasional yang bertemu dengan Presiden, antara lain Margiono (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia/PWI, selaku Ketua Panitia Pusat HPN 2009), Marah Sakti Siregar (Ketua Pelaksana Panitia Pusat HPN), Ishadi Sk (Penasehat Panitia Pusat HPN), Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), dan Asro Kamal Rokan (Penasehat Panitia Pusat HPN). (*) |