Beranda
|
Rabu, 08 Pebruari 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Seorang Wartawan Radio Ditembak Mati di Filipina
Jumat, 23 Januari 2009

Manila (ANTARA News/Reuters)- Dua pria bersenjata menembak mati seorang komentator radio di Filipina selatan, kata polisi, Kamis, wartawan pertama yang tewas di negara itu tahun ini.

 

Badrodin Abbas diserang dua penumpang Rabu (21/1) malam ketika ia naik sebuah minibus yang biasanya dioperasikan oleh saudaranya, kata polisi setempat.

 

 

Filipina adalah salah satu dari tempat-tempat paling berbahaya  di dunia bagi wartawan -- lima  orang dibunuh tahun lalu sementara 59 lainnya tewas sejak tahun 2001, berdasarkan catatan Perhimpunan Wartawan Nasional di Filipina.

 

"Kami masih berusaha menyelidiki apakah pembunuhan itu ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai wartawan," kata Willie Dangane , kepala kepolisian di Kota Cotabato di pulau Mindanao, Filipina selatan.

 

"Kami mendengar rumor-rumor bahwa ia bisa disalahkan karena saudara kandungnya yang menerima ancaman pembunuhan," tambahnya.

 

Seorang Muslim, Abbas menggunakan program radionya untuk mempromosi satu perjanjian wilayah yang diusulkan antara Manila dan gerilyawan Moro yang berjuang untuk mendirikan sebuah negara selama 40 tahun.

 

Satuan tugas pemerintah yang menyelidiki pembunuhan-pembunuhan terhadap wartawan mengecam pembunuhan komentator radio itu.

 

Oleh karena dikecam kelompok-kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional, pemerintah Filipina berikrar untuk mengejar dan menangkap para pembunuh wartawan tetapi hanya sedikit yang dihukum