|
Jerusalem (ANTARA News/AFP) - Tentara Israel Jumat menahan dua wartawan dari televisi Al-Jazeera yang bermarkas di Qatar di sebuah tempat dekat perbatasan Gaza yang telah diumumkan oleh pemerintah Israel sebagai zona militer tertutup, demikian keterangan polisi setempat, Sabtu (3/1). "Mereka ditahan di tempat perlintasan Kissufim oleh militer Israel dan telah diserahkan pada polisi. Penyelidikan sedang berlangsung," kata jurubicara polisi Israel. Micky Rosenfeld.
Tidak ada seorang pun di kantor Al-Jazeera di Jerusalem yang mau berkomentar. Israel telah memutuskan zona penyangga di sepanjang perbatasan Gaza, ketika negara itu melancarkan serangan udara secara cepat dan besar-besarannya terhadap wilayah Palestina itu pada 27 Desember 2008. Sebelumnya, mahkamah agung Israel minta negara itu untuk membolehkan wartawan asing masuk ke Jalur Gaza, tapi tidak ada wartawan yang masuk di tengah perselisihan pendapat antara kelompok pers asing dan pemerintah. Asosiasi Pers Asing (FPA) berkeberatan dengan permintaan agar pemerintah memilih dua dari delapan wartawan yang diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza. (*) |