Beranda
|
Rabu, 08 Pebruari 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Wartawan TV Siang ini Nglurug Mapolwiltabes Surabaya
Selasa, 25 November 2008
Surabaya - ( Detik.com, 25-11-2008 ),- Pemukulan kamera Nico Leopold dari Trans TV biro Surabaya berbuntut panjang. Wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) akan nglurug ke Mapolwiltabes Surabaya.

Rombongan wartawan yang menyesalkan arogansi oknum Polres Surabaya Timur ini akan menemui Kapolwiltabes Kombes Pol Bambang Suparno, Selasa (25/11/2008) siang.

"Kita akan klarifikasi atas kejadian itu. Kami ingin nantinya semua pihak menghormati kerja jurnalistik. Tidak main pukul saja. Diharapkan dengan bertemu kapolwil nantinya kejadian semacam itu tak terulang," tegas Hasan Sentot, Ketua IJTI Jawa Timur saat dihubungi detiksurabaya.com.

Menurut Hasan Sentot, meski kejadian pemukulan kamera milik Nico terjadi di wilayah Surabaya Timur, namun pihaknya memilih untuk bertemu orang nomor 1 di kepolisian Surabaya.

"Kalau kita klarifikasi di Polres Surabaya Timur dan bisa saling memahami,? tapi kita khawatir nanti bisa mungkin kembali terjadi di polres lain. Kita ingin kejadian pemukulan semacam itu tak lagi terjadi. Dan ini tugas kapolwil untuk memberikan pemahaman kepada anak buahnya semua," katanya.

Pemukulan kamera Nico itu terjadi saat peliputan aksi menentang penggusuran PKL di Jalan Dharmawangsa, Minggu (24/11/2008) malam.

Saat itu Nico dan wartawan lain meliput seorang mahasiswa (Rouf) yang dipukul oleh seseorang berpakaian preman yang diduga polisi di tenda posko kepolisian (depan lapangan Hokky).

Nico pun mengambil gambar keduanya. Namun ketika kameranya menyorot wajahnya, orang itu pun langsung mukul kamera 2 kali.

Nico pun mencoba untuk minta klarifikasi alasan pemukulan kameranya. Namun tidak ada jawaban. "Justru saya dihalang-halangi oleh anggota polisi yang lainnya termasuk perwira berpangkat AKP dan juga Nugroho anggota Satlantas Polresta Surabaya Timur," terang Nico dalam kronologis yang dikirimkan ke IJTI.

Tak patah arang, Nico terus berusaha mengejar orang yang mukul kameranya, tapi lagi-lagi, polisi melindungi orang itu, hingga akhrinya di bawa mobil patroli pergi.(gik/gik)