|
Fauzi Bowo Ajak Media Cintai Jakarta |
|
Kamis, 15 Juli 2010 |
|
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengajak media massa termasuk para wartawannya dan seluruh warga untuk lebih mencintai kota Jakarta.
"Saya ajak wartawan, mari kita jadikan warga Jakarta yang bertanggung jawab, yaitu yang mencintai kotanya," kata Fauzi Bowo dalam sambutan malam penganugerahan penghargaan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Jaya di Balaikota DKI Jakarta, Kamis.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Program Infotainment Harus Kena Sensor |
|
Kamis, 15 Juli 2010 |
|
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI sepakat memberi dukungan penuh kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk memutuskan program infotainment harus kena sensor agar tayangan-tayangannya tidak melanggar etika agama, moral, budaya, dan sosial bangsa Indonesia.
Demikian dikemukakan dua anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay dan Zaki Iskandar, ketika dihubungi secara terpisah, di Jakarta, Kamis, terkait dengan kesepakatan Komisi I DPR RI, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Awang Farouk Minta Maaf ke Wartawan |
|
Kamis, 15 Juli 2010 |
|
Samarinda (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, akhirnya meminta maaf kepada wartawan, terkait sikapnya yang sempat tidak ingin menjawab pertanyaan salah seorang wartawan media lokal menyangkut uang Rp72 miliar yang ditanamkan di Bank IFI bagian dari penjualan saham PT. KPC milik PT. Kutai Timur Energi (PT.KTE). Ia melakukan penolakkan itu usai menemui pengunjuk rasa yang menggelar demo di depan kantor Gubernur Kaltim. "Saya tidak ingin menjawab pertanyaan kamu" kata Awang Faroek Ishak kepada wartawan media lokal tersebut.
Bahkan, mantan Bupati Kutai Timur yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi penjualan saham lima persen milik PT. KTE itu sempat menuding wartawan media lokal itu telah mengadu dia dengan Achmad Amins (Wali Kota Samarinda).
"Saya sudah meminta maaf kepada Faruk dan kepada semua wartawan. Saat itu saya sedang emosi sehingga terjadi kesalahfahaman tersebut," ujar Gubernur Kaltim itu saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan, baik cetak maupun elektronik, Kamis siang. Faruk yang dimaksudnya adalah salah seorang wartawan media setempat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
KPID Kalbar Kampanye Gerakan Nonton Sehat |
|
Selasa, 13 Juli 2010 |
|
Pontianak (ANTARA News) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat akan melaksanakan kampanye gerakan nonton sehat pada 23 Juli 2010 atau bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Ketua KPID Kalbar Faisal Riza di Pontianak, Selasa, mengatakan kampanye gerakan nonton sehat itu dilaksanakan untuk mengajak masyarakat, terutama orang tua agar mengawasi anak mereka ketika menyaksikan acara televisi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tayangan Infotainment Tidak Perlu Dibatasi |
|
Selasa, 13 Juli 2010 |
|
Depok (ANTARA News) - Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Sasa Djuarsa Sendjaya, berpendapat bahwa tayangan infotainment di televisi tidak perlu dibatasi, karena pembatasan bisa membunuh kreativitas.
"Meskipun telah banyak tayangan infotainment, tapi tak perlu dibatasi, yang perlu dibatasi adalah hal yang boleh dan tidak boleh," kata Sasa, usai menjadi Promotor Promosi Doktor Komunikasi di Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Infotainment Tidak Termasuk Produk Jurnalistik |
|
Selasa, 13 Juli 2010 |
|
Depok (ANTARA News) - Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Mulharnetti Syas mengatakan program infotainment yang ditayangkan di stasiun-stasiun televisi di Indonesia bukan merupakan karya jurnalistik. Namun, Prof Sasa Djuarsa Sendjaya selaku promotor meluruskan pendapat tersebut.
"Setelah melakukan observasi yang mendalam dan wawancara di lapangan tayangan infotainment tidak sesuai dengan koridor jurnalistik," kata Mulharnetti Syas di Depok, Selasa, usai mempertahankan disertasinya yang berjudul Relasi Kekuasaan dalam Budaya Industri Televisi di Indonesia (Studi Budaya Televisi pada Program Infotainment). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
KPI, Metro TV & Ancaman Kemerdekaan Pers |
|
Senin, 12 Juli 2010 |
|
H. Ilham Bintang Jakarta (C&R) - Rasanya sulit kita percaya, seluruh insan pers, pengamat media, hingga Dewan Pers seperti orang kena sirep, seperti dihipnotis tidak bereaksi ketika Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi penghentian siaran Headline News Metro TV pukul 05.00 WIB selama tujuh hari berturut–turut.
Selain penghentian itu, redaksi Metro TV diwajibkan pula meminta maaf kepada publik selama tiga hari berturut-turut dengan cara seperti orang sakit minum obat: disampaikan tiga kali sehari dari pagi hari pukul 07.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan malam pukul 19.00 WIB. Peristiwa ini bisa dikatakan baru pertama kali terjadi pada televisi berita di Indonesia. Ironisnya, itu terjadi justru ketika secara umum seluruh insan pers bertepuk dada telah menikmati kemerdekaan. Sanksi yang dijatuhkan KPI itu terkait dengan cuplikan adegan adegan video porno yang yang disiarkan dalam Headline News Metro jam 05.00 WIB, pada 14 Juni 2010, saat memberitakan razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 217 - 224 dari 661 |
|
|
|