Beranda
|
Selasa, 07 Pebruari 2012 |
Dewan Kehormatan | CAJ | SIWO | LKBH | Presspedia | Adinegoro
PWI Cabang
Wartawan Yaman Diculik Sejumlah Pria Bersenjata
Minggu, 11 Juli 2010

Sana'a  (ANTARA News/Reuters) - Sebanyak tiga pria tak dikenal yang bersenjata menculik wartawan lepas Yaman yang mengkhususkan diri pada Al-Qaida di satu jalan di ibu kota negeri itu, Ahad, kata seorang saksi mata.

 

Abdulelah Shai berada di luar satu restoran China di Sana'a, ketika tiga pria bersenjata melompat ke luar satu mobil dan memaksa dia masuk ke dalam kendaraan tersebut, yang kemudian melaju dengan cepat, kata wartawan Yaman Kamal Sharaf, yang bersama Shai saat itu, kepada Reuters.

 

Selengkapnya...
 
Kelompok Pers Salahkan Militer dan Pemrotes Thailand
Jumat, 09 Juli 2010
Bangkok (ANTARA News/AFP) - Militer Thailand dan para pemrotes "Baju Merah" membiarkan media dalam "bahaya pembunuhan" dalam aksi protes di jalan-jalan di Bangkok yang menewaskan dua wartawan, kata satu kelompok pers bebas.

Militer tidak bertindak untuk melindungi para anggota media, kata kelompok Wartawan Tanpa Perbatasan (RWB) dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Kamis.

Juru foto lepas Italia Fabio Polenghi dan juru kamera Jepang Hiroyuki Muramoto dari kantor berita Thomson Reuters termasuk di antara 90 orang yang tewas ketika protes-protes anti pemerintah  berubah menjadi pertumpahan darah April dan Mei.
Selengkapnya...
 
Quo Vadis Polisi & KPI
Jumat, 09 Juli 2010

 

Sample Image
H. Ilham Bintang 

 

 

Jakarta (C&R) - Suasana pemeriksaan Luna Maya-Ariel “Peterpan” di Mabes Polri Jumat (11/6) petang dilaporkan mirip ngunduh mantu.

Sambutan luar biasa hangat. Dua dari tiga jam pertemuan dilalui sejoli itu bercengkerama dengan perwira tinggi bintang dua, dan tiga Mabes Polri, termasuk Kabareskrim Komjen (Pol) Ito Sumardi. Waktu datang dan masuk dari bagian belakang gedung pemeriksaan pun, mereka dijemput oleh pati bintang satu. Dr. Sugiri, dokter pribadi Kapolri, ikut sibuk memeriksa kesehatan Ariel dengan penuh perhatian. Atas rekomendasi dokter, Ariel pun urung diperiksa. Suhu badan Ariel tinggi, sampai menggigil. Maka, "laporan pandangan mata" dari dalam ruang pemeriksaan, dilukiskan Ariel lebih banyak menghabiskan waktu ke luar-masuk toilet selama pemeriksaan.

Bagaimana dengan Luna Maya? Di ruang pemeriksaan, bintang sabun Lux itu sempat menangis ketika menceritakan kesedihannya menghadapi suasana yang memojokkan dia. Namun, cuma sebentar. Habis itu normal lagi. Mungkin kehadiran beberapa pejabat tinggi Polri "menemani" di ruang pemeriksaan cepat memulihkan kepercayaan dirinya. Mungkin juga sempat terbetik di benaknya, ternyata kantor polisi tidak sesangar gambaran publik selama ini. Saat ditanya, sejoli yang selalu berpegangan tangan itu membantah mereka pelaku video mesum. Ketika muncul inisiatif dari seorang Polwan untuk memeriksa tato di tubuhnya, O.C. Kaligis bereaksi. "Ini bukan pemeriksaan pro yustisia," protes pengacara itu. Polisi menurut.

Selengkapnya...
 
Wartawan Harus Waspadai Jebakan Kriminalisasi Pers
Kamis, 08 Juli 2010

Serang  (ANTARA News) - Wartawan harus mewaspadai upaya-upaya yang dilakukan pihak lain untuk melakukan kriminalisasi pers melalui jebakan-jebakan.

 

"Pers harus memperhatikan hal-hal penting, seperti membuat berita seakurat mungkin serta melaksanakan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara konsisten dan benar," kata Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Petrus Suryadi Sutrisno di Serang, Rabu (7/7).

 

Petrus mengatakan, upaya mewaspadai jebakan-jebakan atau ranjau tersebut denga cara melaksanakan kode etik jurnalistik secara konsisten, kemudian meminimalisasi kesalahan-kesalahan karena sangat mungkin hal itu sengaja diciptakan pihak tertentu, dengan tujuan sebagai jebakan yang bisa mengarah pada kriminalisasi pers.

Selengkapnya...
 
Wartawan Minta Pelempar Bom Molotov ke Tempo Ditangkap
Kamis, 08 Juli 2010

Bandung  (ANTARA News) - Solidaritas Wartawan Bandung menggelar aksi unjuk rasa di Polrestabes Bandung, Rabu (7/7), menuntut agar polisi menangkap pelaku pelemparan bom molotov ke Kantor Majalah Tempo Jakarta.

 

"Polisi selama ini mampu menangkap teroris kakap. Kalau hanya kelas bom molotov tak tertangkap, tentu menjadi pertanyaan," kata koordinator aksi Agus Rakasiwi.

 

Ia menilai, kekerasan terhadap pers tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, kepolisian harus menggunakan semua upaya untuk menangkap pelaku pelemparan bom molotov ke Kantor Majalah Tempo di Jalan Proklamasi 72, Jakarta.

 

Dalam aksinya, massa menyerukan tiga tuntutan diantaranya meminta kepolisian untuk menyelidiki tuntas pelaku pelemparan bom molotov karena aksi tersebut merupakan tindakan kekerasan terhadap pers dan melanggar UU Pers dan KUHP.

Selengkapnya...
 
Ruang Privat vs Ruang Publik
Kamis, 08 Juli 2010

 

Sample Image
H. Ilham Bintang 

 

 

Jakarta (C&R) - Ada dua hal menggembirakan dari geger kasus video porno yang pelakunya diduga “mirip” tiga artis ternama; Luna Maya, Cut Tari, dan Ariel “Peterpan”.

Pertama, mayoritas media pers akhirnya “sepakat”, satu pandangan bahwa skandal memalukan itu memang layak diberitakan karena posisi kasus itu berada dalam wilayah publik. Bukan ranah privat, seperti diwacanakan segelintir praktisi media yang menganggap tidak etis memberitakan skandal itu. tvOne yang sempat menyesalkan pemberitaan kasus itu di beberapa media, belakangan termasuk paling sering mengangkat topik itu dalam berbagai programnya. Pun setelah Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas mengumumkan secara terbuka akan berhenti mengangkat kasus video porno dalam acara talkshow “Jakarta Lawyers Club” yang dipandunya, Selasa (15/6) lalu. Tidak jelas apa yang membuat tvOne berubah pikiran. Yang pasti, keputusan tvOne melanjutkan pemberitaan kasus video porno, niscaya karena kasus itu, seperti kata Ketua Dewan Pers Bagir Manan, memang sudah memasuki wilayah publik. “Telah menyentuh aspek lain,” kata mantan Ketua Mahkamah Agung itu. Ini memang semacam pembuktian teori dasar yang menyebutkan, informasi adalah kepunyaan publik, bukan milik wartawan atau pemimpin redaksi. Keterkaitan wartawan di sana hanya karena profesinya berkait dengan informasi. 

Selengkapnya...
 
Wartawan Desak Kapolda Papua Usut Kasus Korupsi
Rabu, 07 Juli 2010

Jayapura (ANTARA News) - Para watawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Papua dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua agar  mengusut tuntas berbagai kasus korupsi di provinsi paling timur Indonesia ini.

 

Permintaan tersebut disampaikan ketika Polda Papua menggelar acara "minum kopi pagi" bersama para wartawan di Markas Polda Papua, Jayapura, Selasa (6/7).

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 225 - 232 dari 661


Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia
  • Persatuan Wartawan Indonesia

Suara Publik

Nama:

Pesan:


Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement