|
Wartawan Indonesia Cukup 7.000 Orang |
|
Jumat, 16 Oktober 2009 |
|
Palangkaraya (ANTARA News)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat menilai jumlah wartawan sekarang ini terlalu banyak mencapai 14.000 orang, dan idealnya wartawan Indonesia mengutamakan kualitas, sehingga jumlah yang ideal untuk wartawan Indonesia hanya sekitar 7.000 orang saja, kata Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat. Ketika memberikan sambutan pada pembukaan Karya Latihan Wartawan (KLW) yang diikuti 141 wartawan Kalteng, Marah Sakti Siregar mengemukakan, PWI pusat sekarang sedang mengusahakan peningkatan kualitas wartawan tersebut. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PWI Inhil Kecam PN Halangi Tugas Wartawan |
|
Kamis, 15 Oktober 2009 |
|
Tembilahan (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Indragiri Hilir (Inhil), Andang Yudiantoro, menilai bahwa Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan terkesan menghambat proses peliputan yang dilaksanakan di instansinya. Seharusnya pihak PN Tembilahan dapat menghargai profesi jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya, katanya di Tembilahan, Kamis (15/10). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PWI Sulsel-Pemkab Enrekang Adakan Lomba Karya Tulis |
|
Kamis, 15 Oktober 2009 |
|
Enrekang (ANTARA News) - PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Enrekang mengadakan lomba karya tulis jurnalistik dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Enrekang 2009 yang diikuti wartawan dari berbagai media di Sulawesi Selatan (Sulsel). Lomba karya tulis jurnalistik diawali dengan pemaparan potensi daerah oleh Bupati Enrekang Ir.H. Latinro Latunrung didampingi seluruh pejabar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat kepada peserta lomba sebanyak 67 orang wartawan di Enrekang, Kamis (15/10). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tiga Figur Bakal Ketua PWI Perwakilan Cianjur |
|
Kamis, 15 Oktober 2009 |
|
Cianjur (ANTARA News) - Menjelang pelaksanaan Konferensi Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai muncul tiga figur yang disebut-sebut berpeluang memimpin organisasi profesi tempat berhimpun kalangan jurnalis tersebut. Ada tokoh pers setempat yang santer dibicarakan berpeluang terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Cianjur periode 2009-2012, yakni Drs Asep Sobandi (Pimpinan Umum Metro Puncak), Drs Rudi Assyarie (mantan Ketua PWI Cianjur periode sebelumnya), dan H. Setia Budi Kansil (Ketua PWI Perwakilan Cianjur saat ini). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pasca-Pemilu, Puluhan Wartawan Tinggalkan Iran |
|
Rabu, 14 Oktober 2009 |
|
Paris (ANTARA News/AFP) - Sedikitnya 35 wartawan meninggalkan Iran karena khawatir akan keselamatan diri dan keluarga mereka, dan 24 orang lagi saat ini masih berada di dalam penjara setelah pemilu Juni yang dipersoalkan, kata sebuah organisasi hak asasi wartawan, Rabu (14/10). "Itu merupakan eksodus terbesar wartawan sejak revolusi 1979 (yang mendudukkan para ulama Islam ke tampuk kekuasaan) dan kami kebanjiran masalah... banyak masalah yang harus ditangani," kata Reza Moini, dari organisasi Wartawan Tanpa Batas (Reporter Sans Frontier - RSF) yang berkantor pusat di Paris, Perancis. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Bakrie Sampaikan Dana Rp200 Juta Bagi Korban Gempa Melalui PWI |
|
Selasa, 13 Oktober 2009 |
|
 Jakarta (PWI News) - Adinda Bakrie Ong mewakili PT Bumi Resources dan Bakrie Untuk Negeri menyampaikan dana senilai Rp200 juta bagi korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar) melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang diterima ketua umumnya H. Margiono didampingi Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Drs. H. Tarman Azzam, dan Sekretaris DK PWI Pusat, H. Ilham Bintang, pada Selasa (13/10). PWI memiliki pos komando bantuan dan pusat informasi gempa di Sekretariat PWI Cabang Sumbar di Padang guna menolong para korban pasca-gempa yang terjadi pada 30 September 2009. (*) |
|
|
Pak Datuak, Jurnalis yang Berpulang Bersama Berita Besar |
|
Senin, 12 Oktober 2009 |
|
 Oleh Hendra Agusta
Padang (ANTARA News) - Saat ratusan jurnalis dalam dan luar negeri berdatangan untuk mengabarkan duka nestapa rakyat Sumatra Barat yang diguncang gempa 7,9 skala richter (SR) diikuti tanah longsor, dunia pers Sumbar ikut berduka menyusul berpulangnya seorang wartawan terbaik, Aswanil Asmara Datuak Rajo Johan (53).
Ia dikenal sebagai sang jurnalis enerjik dan pemimpin umum Mingguan Publik dipanggil Yang Kuasa dalam bencana susulan pasca gempa dan tanah longsor yang terjadi Rabu (30/9) itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 377 - 384 dari 661 |
|
|
|