|
PWI Kecam Pelemparan Bom Molotov ke Tempo |
|
Selasa, 06 Juli 2010 |
|
Surat Pernyataan PWI Sehubungan dengan pelemparan bom molotov ke kantor Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo di Jln. Proklamasi No. 72 Jakarta Pusat pada hari Selasa/6 Juli 2010 pukul 02.40 WIB, Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan ini menyampaikan pernyataan sebagai berikut : 1. PWI dengan keras mengecam pelemparan bom molotov ke kantor Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo sebagai upaya teror dan serangan fisik untuk menakut-nakuti media. 2. Mendesak Kepolisian RI untuk mengungkap dan menuntaskan kasus kriminalisasi pers ini dengan secepat-cepatnya. 3. Menghimbau semua pihak yang tidak puas dengan pemberitaan pers untuk menyikapinya dengan menggunakan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Demikian pernyataan ini kami buat untuk kepentingan tersebut di atas. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih. Jakarta, 6 Juli 2010 Persatuan Wartawan Indonesia Pengurus Pusat,    |
|
|
Safari Jurnalistik PWI-Nestle 2010 di Banjarmasin |
|
Sabtu, 03 Juli 2010 |
|
HG Gusti Effendi AR (tengah) dan Hendry Ch. Bangun (kanan) dari PWI Pusat serahkan Ensiklopedi Pers Indonesia (EPI) ke staf ahli Gubernur Kalsel, H.Djumadi MD. Banjarmasin (PWI News) - PWI Pusat didukung PT Nestle Indonesia melanjutkan kegiatan Safari Jurnalistik 2010, dan kali ini berlangsung di Banjarmasin (Sulawesi Selatan), setelah acara sejenis di Bandar Lampung serta Garut (Jawa Barat). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PWI: Polri Seharusnya Berterimakasih kepada Tempo |
|
Kamis, 01 Juli 2010 |
|
H. Ilham Bintang Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ilham Bintang, menyatakan bahwa seharusnya Polri berterimakasih kepada majalah Tempo atas laporan tentang dugaan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira Polri, bukan melayangkan gugatan terhadap majalah itu. "Seharusnya Polri mengucapkan terimakasih kepada Tempo atas informasi tambahan tentang dugaan adanya rekening itu," kata Ilham ketika dihubungi di Jakarta, Kamis. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penganiaya Wartawan Divonis Sebulan Penjara |
|
Kamis, 01 Juli 2010 |
|
Denpasar (ANTARA News) - Paul Handoko, pengusah asal Jakarta yang didakwa melakukan pemukulan terhadap fotografer Harian Radar Bali, Miftahuddin Mustofa Halim, divonis satu bulan penjara di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis. Dalam sidang majelis hakim yang diketuai Dewa Made Wenten, dinyatakan, Paul terbukti bersalah telah menghalangi kerja jurnalistik, sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat 1 UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wartawan Indonesia-Malaysia Lakukan Dialog Terbuka |
|
Selasa, 29 Juni 2010 |
|
Jakarta (ANTARA News) - Wartawan Indonesia dan Malaysia melakukan dialog terbuka, membahas penguatan hubungan kedua negara di bidang komunikasi media, di Jakarta, Selasa.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato` Haji Muhyiddin Haji Mohd Yassin yang hadir dalam dialog itu, mengatakan, kegiatan tersbeut dapat merapatkan silaturahim untuk mencari kesepahaman agar hubungan kedua negara dapat ditingkatkan di masa datang, di berbagai tingkatan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wartawan Mamuju Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Matra |
|
Sabtu, 26 Juni 2010 |
|
Mamuju (ANTARA News)- Sejumlah wartawan dan mahasiswa di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat melakukan aksi turun kejalan untuk bersolidaritas kepada korban gempa berkekuatan 5,3 skala richter di Kabupaten Mamuju Utara dengan cara mengumpulkan sumbangan. Wartawan yang tergabung dalam forum jurnalis sulbar (Forjus) dan kerukunan keluarga wartawan sulawesi barat (KKWSB) serta sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam front perjuangan pemuda indonesia (FPPI) yang jumlahnya puluhan tampak mengumpulkan sumbangan kepada setiap warga yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo di Mamuju, Sabtu. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
BNN Gelar Penghargaan Karya Wartawan Asia-Pasifik |
|
Jumat, 25 Juni 2010 |
|
Jakarta (ANTARA News) - Badan Narkotika Nasional bersama sejumlah mitra pendukung lainnya menggelar penghargaan bagi wartawan yang menghasilkan karya terbaik se-Asia-Pasifik. "Kita mengajak rekan jurnalis untuk mengirimkan karya terbaiknya selama setahun," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere di Jakarta, Jumat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 31 - 38 dari 456 |