|
Awasi Pers Lewat Media Watch |
|
Kamis, 10 Desember 2009 |
|
Kendari (ANTARA News) - Undang-Undang Pers memberi hak kepada masyarakat untuk ikut berperan mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak memperoleh informasi yang diperlukan. UU 40 Tahun 1999 tentang pers tersebut membuka peluang kepada masyarakat untuk melaksanakan peran sertanya melalui lembaga atau organisasi seperti media watch atau pemantau media," kata Ketua PWI Cabang Jakarta, Kamsul Hasan, Kamis. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Editor Pakistan Raih Pena Emas |
|
Rabu, 02 Desember 2009 |
|
Hyderabad (Kompas) - Pemimpin Redaksi Friday Times dan Daily Times Pakistan Najaam Sethi meraih penghargaan Pena Emas 2009. Anugerah bagi wartawan yang memperjuangkan kemerdekaan pers itu diberikan Presiden Forum Editor Dunia Xavier Vidal-Folch dalam pembukaan Kongres Asosiasi Surat Kabar Dunia di Hyderabad, India, Selasa (1/12). Budiman Tanuredjo dan Abun Sanda
Penghargaan diberikan di depan Presiden India Pratibha Devi Singh Patil yang sekaligus membuka kongres tersebut.
Pada tahun 2008, anugerah Pena Emas diberikan kepada wartawan dari China, Li Changqing, yang juga dipenjarakan oleh Pemerintah China. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Prabangsa Masih Bernapas Saat Diceburkan ke Laut |
|
Rabu, 02 Desember 2009 |
|
Denpasar (Kompas) - Sidang pembunuhan wartawan Radar Bali (Grup Jawa Pos), AA Narendra Prabangsa, dengan terdakwa utama Nyoman Susrama, Selasa (1/12), dilanjutkan dengan mendengar keterangan dari saksi ahli, dokter forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, dr IB Putu Alit DFM SpF, di Pengadilan Negeri Denpasar. Alit memastikan Prabangsa diceburkan ke laut dalam kondisi masih bernapas setelah mendapat pukulan benda tumpul yang berat di kepala bagian atas.
Adapun saksi lainnya, Dewa Sumbawa, yang juga tersangka kasus serupa, kemarin mencabut berita acara pemeriksaan polisi di depan sidang dengan terdakwa Nyoman Susrama. Namun, majelis hakim secara terbuka menyatakan, kesaksian Sumbawa tidak bisa dipercaya karena berbeda-beda dan tidak jelas. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pemilihan Anggota Dewan Pers Masa Bakti 2010-2013 |
|
Kamis, 26 November 2009 |
|
 Jakarta (PWI News) - Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers akan melakukan seleksi calon anggota Dewan Pers masa bakti 2010-2013. Dalam rapat pertamanya di Sekretariat Dewan Pers, Gedung Dewan Pers Lantai 7, Jalan Kebon Sirih 34, Jakarta, pada Kamis ini BPPA membahas syarat bagi calon anggota yang mewakili unsur wartawan, perusahaan pers, dan tokoh masyarakat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
DPR Dukung Kemerdekaan Pers |
|
Rabu, 25 November 2009 |
|
 Senayan, Jakarta (Warta Kota) - Untuk menjamin hak publik mendapatkan informasi dan dapat menjalankan fungsi kontrol sosialnya, Dewan Perwakilan Rakyat RI mendukung pers yang independen, profesional, dan berpihak kepada kepentingan publik. Demikiansalah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I DPR RI dengan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). “Kebebasan pers sebagai semangat reformasi. Kita punya semangat yang sama dalam kebebasan informasi publik,” ujar Ketua Komisi I DPR Kemal Aziz Stamboel (F-PKS) yag didampingi Wakil Ketua Hayono Isman (F-PD), Agus Kartasasmita (F-PG), dan TB. Hasanuddin (F-PDI Perjuangan). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Menggertak Pers demi Anggodo |
|
Sabtu, 21 November 2009 |
|
Jakarta (Tajuk Media Indonesia) - Demi seorang Anggodo, polisi seperti gelap mata. Rambu-rambu hukum ataupun kepatutan dilabrak asal memenuhi keinginan pengusaha asal Surabaya itu.
Tidak berlebihan untuk mengatakan begini. Polisi seperti tidak terganggu kehormatan dan harga dirinya ketika rekaman pembicaraan Anggodo diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Rekaman yang membuat harga diri bangsa amat terganggu itu malah membuat polisi semakin mengistimewakan Anggodo. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PWI, AJI dan IJTI Kecam Mabes Polri Panggil KOMPAS dan SINDO |
|
Jumat, 20 November 2009 |
|
 Jakarta (Kompas.com) — Tiga organisasi wartawan/jurnalis Indonesia, Jumat (20/11), mengeluarkan pernyataan sikap bersama bernada mengecam berkait dengan pemanggilan pimpinan media massa oleh Mabes Polri. Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat petang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menegaskan pemanggilan pimpinan Kompas dan Seputar Indonesia itu tidak mempunyai dasar hukum yang kuat. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 37 - 44 dari 345 |
|
|
|