Selasa, 17 Oktober 2017

Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2008 Berhadiah Rp50 Juta

Jakarta - Anugerah Jurnalistik ADINEGORO merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas karya jurnalistik di bidang pembangunan nasional yang penyerahannya dikaitkan dengan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyambut Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2009 mengadakan lomba penulisan bidang jurnalistik bertema “Kemanusiaan dan Demokrasi” yang terbuka bagi seluruh wartawan Warga Negara Indonesia (WNI), dan masing-masing kategori berhadiah Rp50 juta.

Lomba penulisan ini bertujuan meningkatkan rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian di semua lini kehidupan sosial. Selain itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ingin meningkatkan solidaritas insan pers dan masyarakat melalui bidang penulisan jurnalistik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi organisasi profesi pers tertua di Indonesia –didirikan di Solo, Jawa Tengah, oleh para penggerak perjuangan kemerdekaan pers nasional pada 9 Februari 1946--- dan memayungi sekira 14.000 wartawan nasional senantiasa berupaya menegakkan kemerdekaan pers dan mengembangkan fungsi institusi pers sebagai pemberi informasi, pendidik, menghibur dan pengontrol kehidupan sosial.

Oleh karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga mengemban peran pers pembangunan bagi masyarakat Indonesia, agar lebih cerdas mendapatkan data, fakta dan nara sumber, kemudian mengolahnya menjadi berita tercepat, terakurat dan terlengkap, agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah kemajuan dan perubahan zaman. Hal ini sudah dicita-citakan oleh ADINEGORO, salah seorang tokoh pembangunan pers nasional.

Djamaluddin ADINEGORO lebih dikenal dengan nama ADINEGORO, ketimbang Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan yang diberikan ayahnya, adalah tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pers nasional.

Tokoh pers nasional yang dilahirkan di Talawi, Sumatera Barat, pada 14 Agustus 1904 dan wafat di Jakarta 8 Januari 1967 itu, mengeyam pendidikan kewartawanan di Munchen (Jerman) dan Amsterdam (Belanda) sebelum kembali ke tanah air tahun 1931 untuk menjadi Pemimpin Redaksi Panji Poestaka untuk kemudian memimpin surat kabar Pewarta Deli.

Pada 1948 ia bersama-sama dengan Profesor Dr. Mr. Soepomo, Ir. Pangeran Moehammad Noer, Soekardjo Wirjopranoto, Mr. Gusti Majur dan Mr. Jusuf Wibisono menerbitkan majalah Mimbar Indonesia, yang merupakan majalah perjuangan yang bermutu pada saat itu.

Tokoh ini pula yang mendirikan Perguruan Tinggi Publisistik dan Fakultas Publisistik & Jurnalistik Universitas Pajajaran Bandung. Tahun 1951 ia mengambil-alih pimpinan bekas kantor berita Belanda Aneta yang namanya diganti Pers Biro Inonesia Aneta (PIA).

Namanya juga diabadikan dalam Yayasan Pendidikan Multimedia ADINEGORO yang menaungi Lembaga Pers Dr. Soetomo sebagai satu institusi yang mengabdi untuk membangun/meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang jurnalistik.

Astrid B. Soerjo, putri bungsu Adinegoro, mengharapkan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO  menjadi peluang bagi seluruh wartawan Indonesia untuk berkompetisi membuat laporan jurnalistik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) PWI Pusat itu menyatakan, "Ini menjadi peluang pula bagi wartawan di daerah, mulai dari Papua hingga Aceh."

Astrid, yang alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), juga berharap bahwa wartawan Indonesia selalu memacu kreativitasnya dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, seperti yang dicita-citakan Adinegoro semasa hidupnya.

"Sudah waktunya pula para wartawan bisa mengembangkan jurnalisme sastrawi yang dapat diterima masyarakat. Sekarang ini kan kecenderungan pemberitaan terkesan serba instan," ujarnya menambahkan.

Komentar video streaming Astrid B. Soerjo dapat diakses  di http://www.youtube.com/watch?v=UppMvXQtqRM
 

PERSYARATAN LOMBA
 

Lomba penulisan bidang jurnalistik ini memiliki persyaratan umum sebagai berikut:
1.Karya tulis terdiri atas dua kategori, yakni:

     a. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2008 untuk karya tulis jurnalistik bidang KEMANUSIAAN.
     b. Anugerah Jurnalistik ADINEGORO 2008 untuk karya tulis jurnalistik bidang SOLIDARITAS.
 

2. Lomba ini terbuka bagi kalangan wartawan Warga Negara Indonesia (WNI).

3. Karya tulis yang diajukan untuk mendapat Anugerah Jurnalistik adalah karya tulis (bukan tajuk) karangan khas (feature)  yang berbobot nasional.

4. Karya tulis harus asli, bukan terjemahan maupun saduran karya orang lain, jiplakan atau plagiat (karya orang lain).

5. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

6. Karya tulis mengandung unsur kritik yang membangun, atau dengan kata lain mengandung permasalahan dan sekaligus pemecahannya.

7. Bersumber pada hasil kunjungan lapangan.

8. Karya tulis wajib dilampiri surat keterangan dari penerbitan/organisasi multimedia massa yang mempublikasikan.

9. Karya tulis tidak sedang dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain di bidang penulisan jurnalistik.

10.Karya tulis harus sudah dipublikasikan melalui media massa cetak, atau multimedia massa (di Internet) dengan masa penerbitan/publikasi mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2008.

11.Setiap penerbitan/organisasi multimedia massa dapat mengajukan karya tulis lebih dari satu tulisan untuk diusulkan  dalam pemilihan Anugerah Jurnalistik ADINEGORO. Pengusulan karya tulis diajukan oleh Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab penerbitan/organisasi multimedia massa.

12.Peserta tidak dipungut biaya apapun.

13.Anugerah jurnalistik ini tertutup untuk panitia lomba dan dewan juri.
 

PENGIRIMAN KARYA TULIS

1. Karya tulis jurnalistik (termasuk format digital) dikirimkan kepada:

                               PANITIA ANUGERAH JURNALISTIK ADINEGORO
                              Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat
                                    Gedung Dewan Pers Lantai IV
                                      Jalan Kebon Sirih No. 34
                                     Jakarta 10110 – Indonesia.

 2. Karya tulis yang dipublikasikan multimedia massa melalui portal berita wajib mengirimkan copy halaman pemuatan  sekaligus alamat lengkap laman (situs Internet)-nya ke alamat surat elektronik (e-mail):  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Kemanusiaan), dan
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (untuk bidang Demokrasi).

3. Panitia paling lambat menerima kliping tercetak dan atau copy laman naskah karya tulis paling lambat pada 10 Januari 2009, berdasarkan cap pos atau Waktu Indonesia Barat (WIB) yang tercantum dalam format pengiriman e-mail penerimaan.

 
HADIAH
Pemenang Anugerah Jurnalistik ADINEGORO memperoleh sertifikat, plakat dan uang senilai Rp.50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) untuk setiap kategori karya tulis.
 

PENJURIAN
1. Penjurian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama oleh juri seleksi tahap pertama yang dilakukan pada tangal  11 Januari 2009 hingga 20 Januari 2009.

2. Penjurian tahap kedua dilakukan untuk menilai naskah yang lolos tahap pertama, dan dilakukan pada tangal 20 Januari 2009  hingga 4 Februari 2009.

3. Dewan Juri Utama terdiri atas:
    -. Dra Artini Suparmo MSi, PhD  (wartawati, dan Dosen Pasca-Sarjana London School of Public Relation/LSPR Jakarta).
    -. Atmakusumah Astraatmadja (mantan Ketua Dewan Pers, dan penerima Anugerah Magsasay 2000).
    -. Radhar Panca Dahana (budayawan, sastrawan).
    -. Tribuana Said MDS (wartawan, Presiden Komisaris Harian Umum Waspada, dan Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus).
    -. Dra Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang PhD  (Ahli Peneliti Utama/APU Pusat Bahasa Depdiknas).
 

PENGUMUMAN PEMENANG
Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2009 di Jakarta.
Hasil lomba juga diumumkan pada 10 Februari 2009 melalui laman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di http://www.pwi.or.id
 

KETENTUAN LAIN
1. Naskah yang masuk tidak dikembalikan.
2. Panitia tidak membuka korespondensi dengan pengirim karya tulis.
3. Keputusan dewan juri tidak dapat digangu gugat.
 

PENUTUP
Anugerah Jurnalistik ADINEGORO telah mendapatkan izin dari pihak keluarga Djamaluddin Adinegoro  melalui  Ibu Astrid B.S. Soerjo untuk digunakan  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat guna melanjutkan semangat Adinegoro dalam membangun/meningkatkan profesionalisme kewartawan nasional.- (*)