Rabu, 13 Desember 2017

Komunitas PENA Gelar Pelatihan Jurnalistik di Yogyakarta

Jumat, 18 Maret 2016, 11:00 WIB

 

Usai terbentuk kepengurusan Penulis Muda Nusantara (PENA) tingkat pusat, kini komunitas Penulis Muda Nusantara (PENA) bekerja sama dengan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta mengadakan pelatihan jurnalistik dengan tema "Membangun Bangsa dengan Menulis", Sabtu (12/3) . 

Kegiatan yang bertempat di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diikuti oleh 100 orang peserta terpilih dari 405 peserta yang mendaftar dari berbagai kampus yang ada di Yogyakarta, seperti UMY, UII, UNY, UGM, UIN, dan lainnya.

Menurut ketua panitia, Subliyanto, tujuan diadakannya pelatihan jurnalistik ini adalah untuk melahirkan generasi penulis yang andal dan peduli terhadap upaya nyata mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Semangat PENA adalah wadah bagi para pemuda yang peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan dengan cara menulis. Harapannya, melalui tulisan-tulisan kita ke depan, akan ada perubahan lebih baik bagi bangsa dan negara," ucapnya.

Dalam helatan tersebut, hadir tiga pemateri, yakni Cholis Akbar, Masykur, dan Imam Nawawi. Cholis Akbar redaktur pelaksana portal www.hidayatullah.com mengatakan, internet adalah masa depan yang panjang dan dapat menembus batas dan negara untuk dijadikan ladang dakwah.

Masykur selaku ketua umum PENA menjelaskan, menulis adalah tanggung jawab dakwah. "Karena itu, menulislah dengan niat berdakwah. Setiap penulis mempunyai gaya dan keunikan bahasa sendiri. Menulis itu untuk menyampaikan kebaikan, bagian dari dakwah dan jihad pemikiran, insya Allah mendapat pahala," ujarnya.

Sementara, Imam Nawawi Pemimpin Redaksi Majalah Mulia menekankan peserta untuk hidup dengan menulis. "Siapa tidak menulis ia telah 'meninggal' lebih awal. Dan, siapa menulis ia dikenal sepanjang masa," katanya menegaskan.

Pelatihan jurnalistik ini merupakan tindak lanjut pembentukan komunitas PENA cabang Yogyakarta sebagai wadah generasi bangsa yang ingin berproses dan aktif dalam dunia kepenulisan atau jurnalis.

Seorang peserta, Rosi Rosdiana, mengaku mendapat banyak manfaat dari acara tersebut. Rosi ingin berkontribusi langsung dalam dunia menulis, baik media cetak maupun online.

"Banyak tips jitu dari para pembicara yang membangkitkan semangat saya untuk menekuni dunia menulis. Karena dengan menulis banyak manfaat yang didapat, salah satunya nama kita akan abadi sepanjang masa," ungkap mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta ini. ed: Hafidz Muftisany

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/16/03/18/o47v46-komunitas-pena-gelar-pelatihan-jurnalistik-di-yogyakarta