Rabu, 13 Desember 2017

Dua Wartawan Riau Hadiri KTT Wartawan ASEAN

Senin, 04 April 2016

PEKANBARU - Dua wartawan senior Riau masing-masing H. Dheni Kurnia (Ketua PWI Provinsi Riau dan Pimpinan Harian Haluan Riau) dan Fakhrunnas MA Jabbar (Pemred Portal Tiraskita.com/ Anggota Dewan Kehormatan Provinsi PWI Riau) diundang pada acara ASEAN Editor Summit (AES) 2016 (Konferensi Tingkat Tinggi - KTT- Wartawan ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kedua wartawan Senin (4/4) pagi meninggalkan Pekanbaru menuju Kuala Lumpur (Malaysia).

Dheni Kurnia kepada pers, Selasa (4/4) menjelaskan keberangkatan dirinya bersama Fakhrunnas mewakili Indonesia bersama sejumlah wartawan lain di tanah air. “Kita patut berbangga karena dua wartawan dari Riau terpilih untuk mewakili Indonesia dalam konferensi kewartawanan yang penting ini di tingkat ASEAN,” kata Dheni.

Selanjutnya Dheni menjelaskan AES 2016 mengambil tema ‘Connecting ASEAN Community Through the Media’ di mana semua kegiatan dan para peserta ditempatkan di Raja Chulan Hotel, Kuala Lumpur. Acara pembukaan yang dilangsungkan Selasa pagi akan dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Multi Media Malaysia, YB Datuk Seri Dr Salleh Said Keruak.

Pada acara pembukaan AES 2016, turut memberikan sambutan antara lain Ketua Panitia GM Kantor Berita Bernama, Malaysia, Datuk Zulkefli Salleh dan Deputi Sekretaris ASEAN bidang Community and Corporate Affairs, Dr. AKP Mochtan. “Selama tiga hari, AES 2016 akan diisi dengan rangkaian kegiatan seminar, diskusi dan luencheon talk bersama tokoh-tokoh berkompeten di bidang jurnalistik dan pemerintahan di kawasan ASEAN,” kata Dheni.

Di antara para pembicara dari sejumlah negara ASEAN, tercatat dari Indonesia sejumlah tokoh pers antara lain Mr Lee Yoong Yoong (Director, The ASEAN Secretariat- Indonesia), Aat Surya Safaat (Editor-in-Chief, ANTARA News Agency), Noor Syamsuddin Chatib Haesy (Editor-in-Chief, Journal Indonesia – Akarpadi.com), dan Zulfiani Lubis (Managing Director, Rappler). Pada hari terakhir, semua peserta dan delegasi diajak menaiki kapal pesiar mengelilingi kawasan pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya.

Dheni Kurnia merupakan wartawan kelahiran Air Molek (Inhu) tahun 1960 yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik H Dheni Kurnia, lahir di Air Molek, (Indragiri Hulu), Riau, tanggal 5 Mei 1960. Menamatkan perkuliahan pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Riau (Unri) dan tamat tahun 1989. Tahun 1994, anak sulung dari dua belas bersaudara dari pasangan Amiruddin Palitu dan Dayang Darmaya sempat belajar jurnalistik pada LES Mounclear College Universirty (1994). Kini sedang menyelesaikan program Magister Komunikasi bidang Komunikasi Politik pada Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jakarta.

Dheni juga sejak tahun 1984 menggeluti dunia jurnalistik yang diawali sebagai redaktur Mingguan Genta (Pekanbaru), Persda Kompas Gramedia (selama 12 tahun, Jakarta), Jawa Pos News Network (selama 5 tahun, JPNN, Jakarta) dan Jurnal Indonesia Group (selama dua tahun, dan sejak 2005 hingga kini bergabung di Riau Mandiri Group (sekarang berubah menjadi Haluan Riau Media Group) Pekanbaru dan pernah menjadi Pemimpin Redaksi (Chief Editor), Wakil Pemimpin Umum dan kini sebagai Direktur Operasional/ Pemberitaan Haluan Riau. Selain itu saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (Indonesian Journalist Asosiation) Provinsi Riau (2008-2018-dua periode), Dheni juga menjabat Ketua FORKI Riau, Ketua Ikatan Allumni Jurusan Bahasa dan Sastra FKIP Unri dan sejumlah organisasi sosial lainnya.

Sedangkan Fakhrunnas MA Jabbar terahir di Airtiris, Riau-Indonesia, 18 Januari 1959 sebagai anak ke-enam dari dua belas orang bersadara pasangan Buya Mansur Abdul Jabbar- Hj. Aminsuri Wahidy. Menulis dan mempublikasikan tulisannya berupa puisi, cerpen, esai dan artikel di hampir 100 media yang terbit di Indonesia sejak 1975- sekarang. Menamatkan Faperi Unri (1985) dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi pada Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Memulai karir jurnalistik di LKBN Antara Pekanbaru (1979) dan secara berkelanjutan menjadi wartawan di Pekanbaru antara lain Majalah Topik (Jakarta), Harian Prioritas, Harian Media Indonesia, Majalah Panji Masyarakat, TPI dan pernah bergabung mengurus kehumasan pada sebuah perusahaan pulp dan kertas.

Cerpennya Sebatang Ceri di Serambi diterjemahkan ke bahasa Prancis (Un cerisier devant une veranda) dimuat di majalah Le Banian (2013) dan Oktober 2014 diundang memberi makalah dan baca puisi di Paris. Tahun 2008 terpilih sebagai Budayawan/ Seniman Pilihan Anugerah Sagang dan tahun yang sama dianugerahi Seniman Pemangku Negeri (SPN) oleh Dewan Kesenian Riau.

Sering mengikuti kegiatan sastra dan budaya sebagai pemakalah dan baca puisi di Indonesia dan luar negeri di antaranya 99’Cultural Exchange Programme- Unesco di Seoul dan Kyong Ju (Korsel), PPN IV Brunei Darussalam, PSN XVI Singapura, Baca Puisi Dunia Numera 2014 dan sebagainya.

Bulan Oktber 2014, dia tampil sebagai pemakalah dan baca puisi pada acara 6th Meeting of Indonesia Literary di Paris ditaja oleh Ascosiation Franco-Indonesien (AFI). Tahun 2015 ini diundang lagi ke Paris menjadi pensyarah (dosen) bersama penyair Ramon Damora selama sepekan dan baca puisi di Institut Nasional Bahasa dan Kebudayaan Timur (Inalco), Prancis di kota Paris dan berceramah/ baca puisi di Universitas Leiden, Belanda. (rls)

Sumber: http://www.goriau.com/berita/umum/riau/dua-wartawan-riau-hadiri-ktt-wartawan-asean.html