Selasa, 17 Oktober 2017

Besok, Para Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas

Selasa, 19 April 2016  

Solidaritas terhadap pelecehan profesi wartawan (Ilustrasi)

BANDAR LAMPUNG--Puluhan jurnalis dari berbagai media di Lampung baik cetak, elektronik, maupun online akan melakukan aksi solidaritas yang merupakan buntut dari pernyataan Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi yang dianggap oleh para jurnalis sangat melecehkan profesi jurnalis.

Peristiwa itu menimpa jurnalis media cetak Tribun Lampung, Noval Andriansyah, yang saat itu sedang meminta konfirmasi Sekprov mengenai dugaan pejabat Pemprov arogan di Bandara Raden Intan II. Namun, bukannya menanggapi, Arinal justru mengeluarkan pernyataan yang menyinggung para jurnalis.

"Pernyataan Arinal sangat melecehkan profesi jurnalis. Dia itu pejabat daerah, harusnya bisa menjaga ucapannya. Kami masih punya rekamannya," kata Yuverdi Ardinata, jurnalis media online di Lampung saat ditemui di Media Center Pemprov Lampung Selasa (19/4/2016) sore.

Oleh karenanya, pada Rabu (20/4/2016) pagi, direncanakan puluhan jurnalis akan melakukan aksi longmarch untuk menyampaikan aspirasinya kepada orang nomor tiga di lingkungan Pemprov Lampung itu.

"Longmarch dimulai Tugu Adipura, kemudian ke kantor PWI Lampung, dan rombongan menuju kantor Gubernur Lampung," ujar Yuverdi.

Dia menambahkan, aksi ini juga melibatkan sejumlah organisasi profesi, diantaranya dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung dan Pewarta Foto Lampung.

"Aksinya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Kami juga telah melapor ke pihak kepolisian untuk izin melakukan aksi besok," kata dia.

Ketua AJI Bandar Lampung, Yoso Muliawan, mengatakan perlakuan pejabat Pemprov Lampung (Arinal Djunaidi) terhadap wartawan sudah menunjukkan sikap arogan. Ia menilai, seharusnya pejabat selevel Arinal Djunaidi lebih kooperatif kepada jurnalis sebagai bentuk keterbukaan informasi.

"Dia kan pejabat publik, mestinya kooperatif dengan tugas wartawan. Kalau merasa tidak suka dengan pemberitaan, bisa dibantah karena ada hak jawab yang diatur dalam UU Pers,”ujar Yoso.

Sumber: http://lampost.co/berita/besok-para-jurnalis-gelar-aksi-solidaritas