Kamis, 24 Agustus 2017

Wartawan Dimotivasi Kuliah ke Luar Negeri

Sabtu 21/5/2016 | 05:44

JAKARTA – Untuk membuka mindset para wartawan Indonesia akan pentingnya menguasai bahasa asing dan memotivasi mereka meneruskan kuliah ke luar negeri, dibuka beasiswa untuk jurnalis. Beasiswa diberikan agar wartawan Indonesia kemampuan berbahasanya meningkat agar mampu bersaing dengan wartawan asing.

 

“Presiden pertama RI, Soekarno, pernah berpidato dan berpesan secara berulang-ulang kepada para wartawan agar mempelajari dan memahami bahasa asing secara serius,” kata pimpinan Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia (YPEI) dan Euro Management Indonesia, Bimo Sasongko, di Jakarta, Jumat (20/5).

YPEI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama menggelar gerakan Indonesia 2030 Beasiswa Jurnalis “Menjadi Wartawan Unggul dengan Kemampuan Bahasa Asing Menuju Indonesia 2030”, di Jakarta, Jumat (20/5). Program yang memberikan beasiswa belajar bahasa asing kepada 1.000 wartawan itu dimaksudkan untuk menambah kemampuan dan potensi wartawan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk menghadapi MEA maka YPEI- Euro Management dan PWI menandatangani MoU tentang Program Beasiswa Belajar Bahasa Asing, di Jakarta, kemarin. Dalam program tersebut, tambah Bimo, diajarkan tentang budaya dan wawasan kuliah di luar negeri serta pelatihan kepemimpinan terhadap para wartawan.

“Dengan begitu diharapkan setelah mengikuti program beasiswa ini diharapkan para wartawan akan siap mental untuk berkomunikasi dalam berbagai bahasa dunia,” kata Bimo.

Program ini baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia dengan memberikan pelatihan enam bahasa asing kepada seribu wartawan. YPEI juga memberikan pelatihan kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia.

 

Tingkatkan Potensi

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar, mengatakan adanya pelatihan bahasa asing gratis terhadap pelajar, mahasiswa dan jurnalis ini bagai pucuk dicinta ulam tiba. Pelatihan ini dapat meningkatkan potensi jurnalis ke depan. Banyak wartawan yang langsung ciut, ketika ditugaskan meliput ke luar negeri.

PWI sudah menyiapkan program beasiswa S2 dan S3 buat jurnalis, namun tidak diambil karena terkendala oleh kantor tempat para jurnalis itu bekerja. Itu yang kadang menjadi kendala untuk meningkatkan kemampuan dan potensi dari para wartawan.

Pada kesempatan tersebut Bimo menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengutamakan pengiriman generasi muda Indonesia bersekolah di luar negeri. Padahal, kalau ribuan generasi muda dikirim untuk belajar ke luar negeri, akan mempercepat kemajuan bangsa. – eko/N-3

 

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/wartawan-dimotivasi-kuliah-ke-luar-negeri/