Selasa, 17 Oktober 2017

Jurnalis Kutuk Penganiayaan Awak Media di Medan

 

 

 

18 Agustus 2016 11:56 WIB

Suasana unjurasa aksi solidaitas para jurnalis yang juga diiukti oleh para mahasiswa magang. (suaramerdeka.com/ Rosyida)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mengecam kejadian kekerasan yang menimpa beberapa wartawan di Kota Medan, Sumatera Utara pekan lalu, para jurnalis di Kota Semarang melakukan aksi solidaritas.

Aksi itu berlangsung di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan Kamis (18/8). Mereka bertolak dari halaman Kantor Gubernur dan berjalan menuju ke titik orasi di sekitar Patung Diponegoro.

Para jurnalis itu yang berasal dari berbagai organisasi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), bahkan para mahasiswa magang di media, misalnya dari Unissula dan UIN Walisongo ini membawa banyak poster.

Mereka menulis poster “Adili Oknum TNI-AU Pelaku Kekerasan”, “Kami Love TNI”, “Tolak Arogan, Save Journalist”, “Media Bukan Sasaran Kekerasan oleh Siapa pun” atau “TNI-AU Arogan, Kami Jurnalis Kerja Dilindungi UU buka untuk Dianiaya”, “TNI AU Bukan Preman” atau “Awas Orba Gaya Baru”.

Koordinator aksi, Damar Sinuko dalam orasinya mengatakan, “Wartawan adalah juga manusia. Mestinya kami tidak perlu dipukul, ditendang atau dihajar. Cukup kami ditegur atau diingatkan, pasti wartawan mengikuti.”

Damar meneruskan, TNI di sini bukan institusi yang bisa semena-mena dan arogan. “Mereka bekerja dilindungi Undang-Undang, kami juga dilindungi Undang-Undang. Mari melalui aksi ini  kita salurkan solidaritas kita. Jangan sampai hal itu terjadi di Semarang atau di mana pun,” kata Damar.

Orasi juga dilakukan oleh banyak jurnalis secara bergantian, dengan menyampaikan berbagai keprihatinan dan mengutuk keras tindakan oknum TNI-AU. Seusai melakukan unjuk rasa, para jurnalis diajak beraudiensi dengan Komandan Kodum 073 BS Kol Kav Puji Setiyono.

“Hanya ngobrol saja, dan sehabis itu teman-teman media akan diajak makan siang oleh komandan,” kata salah satu sumber dari Kodim 0733 BS.

(Bambang Isti/ CN33/ SM Network)

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/jurnalis-kutuk-penganiayaan-awak-media-di-medan/