Kamis, 24 Agustus 2017

PWI Minta Personel TNI AU Penganiaya Wartawan Dibawa ke Pengadilan

Selasa, 16 Agustus 2016 17:08

Tribun Medan / Risky. Anggota TNI mengamuk dan memukuli warga serta wartawan yang meliput rusuh di Jalan Avros, Senin (15/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, (PWI) Sumut Hermansyah mengecam personel TNI AU yang melakukan tindakan kekerasan kepada wartawan yang meliput aksi demonstrasi di Sarirejo.

“Kami sesalkan masih adanya kekerasan yang dialami wartawan ketika bertugas dengan merampas peralatan kerjanya. Tidak sepantasnya mereka memukul dan melukai wartawan. Mereka (personel TNI AU) tidak mengerti tugas wartawan dan pekerjaan kami juga dilindungi undang-undang pers,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/8/2016).

Ia meminta, Panglima TNI AU mengusut kekerasan yang dialami wartawan, karena perilaku personel TNI AU di lapangan melanggar tupoksi penegak hukum. Apalagi, akibat kekerasan itu, dua wartawan terluka dan harus dirawat intensif.

“Tidak seharusnya mencederai, kami minta dilakukan pengusutan masalah ini. Perbuatan mereka tidak manusiawi, Panglima Kodam I BB dan Pimpinan TNI AU harus menghormati tugas-tugas wartawan. Kami wartawan bertugas untuk memberitakan peristiwa,” katanya.

Ia berharap, TNI memberikan pembinaan kepada para personelnya agar memahami tugas-tugas jurnalistik. Tidak hanya itu, pelaku kekerasan yang menganiaya wartawan harus diseret ke pengadilan militer.

“Sekali lagi, PWI mengecam tindakan wartawan dalam mengamankan kekerasan, kalau tidak berjalan upaya hukum, PWI akan menggalang kekuatan pers untuk mencari keadilan aparat yang melakukan kekerasan,” ujarnya. (tio/tribun-medan.com)

Penulis: Jefri Susetio

Editor: Liston Damanik

Sumber: Tribun Medan

 

http://medan.tribunnews.com/2016/08/16/pwi-minta-personel-tni-au-penganiaya-wartawan-dibawa-ke-pengadilan