Sabtu, 17 November 2018

Bakal Calon Ketua Umum PWI Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menyelenggarakan Kongres PWI XXIV di Solo, Jawa Tengah, 27 -30 September 2018. Kongres tahun ini akan mengangkat tema Menegakkan Pers Kebangsaan yang Independen, Profesional dan Berintegritas.

 

Beberapa nama bakal calon calon Ketua Umum PWI mulai muncul, seperti Atal Depari, Hendro Basuki, Hendri Ch Bangun, Sasongko Tedjo, Wina Armada Sukardi, Teguh Santosa dan lain-lain. 

 

Tim Pengarah Kongres PWI, Ilham Bintang menyebut bahwa nama-nama yang akan maju dan pemilihan ketua umum diwajibkan untuk menandatangani pakta integritas. 

 

Pakta Integritas itu pun sudah diajukan oleh Panitia  Pengarah dan telah disetujui oleh Rapat Pleno Pengurus PWI Pusat dalam rapat pleno di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (4/9).

 

 “ Pakta Integritas ini untuk menjaga moral PWI, sekaligus sebagai contoh kepada organisasi lain,” kata Ketua Tim Pengarah, Ilham Bintang, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Margiono, Ketua Pelaksana Rita Sri Hastuti. 

 

Ilham menjelaskan bahwa dalam Pakta Integritas ini juga disebut, apabila calon ketua umum yang kemudian terpilih menjadi ketua umum PWI terbukti terlibat politik uang wajib mengundurkan diri. Proses pengunduran  sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

 

 Selain menandatangi Pakta Integritas, calon Ketua Umum PWI Pusat harus memenuhi lima persyaratan. Diantaranya, merupakan wartawan anggota PWI yang masih aktif berprofesi, memiliki karya jurnalistik dan ada jejak rekamnya.

 

 Pakta Integritas itu, sambung Ilham, merupakan persiapan dari PWI dalam menghadapi persaingan besar di mana yang akan datang. Sebagai ketua umum, tentu haruslah orang yang berkomitmen dalam menentukan arah jalan PWI yang lebih baik kedepannya. 

 

“Ke depan PWI menghadapi tantangan yang luar biasa, baik dari aspek profesionalisme wartawan yang akan berhadapan dengan  media sosial yang semakin liar, aspek perekonomian yang semakin berat, dan aspek politik yang semakin panas. Oleh karena  siapa pun pemimpin PWI nantinya akan menentukan kiprah PWI yang akan datang, “ tegas Ilham. [Kif]