Sabtu, 17 November 2018

Vonis Penjara Dua Wartawan Reuters Mengkhianati Harapan Rakyat Myanmar

RMOL. Hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan kepada dua wartawan Reuters di Myanmar pada hari Senin (3/9) lalu merupakan langkah mundur besar untuk kebebasan pers dan parodi keadilan di negara itu.

 

Hal ini ditegaskan Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN/Confederation of ASEAN Journalists (CAJ), Thepchai Yong melalui siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (4/9).

 

Thepchai juga menyerukan organisasi-organisasi media regional dan internasional bergandengan tangan dalam menunjukkan dukungan mereka bagi dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dan keluarga mereka di masa tersulit ini.

 

"Putusan terhadap Wa Lone dan Kyaw Soe Oo adalah pengkhianatan terhadap harapan rakyat Myanmar bahwa negara mereka sedang dalam perjalanan untuk menjadi masyarakat demokratis," katanya.

 

Thepchai membela dua wartawan Reuters karena mengikuti tugas profesional mereka dalam menyelidiki pembantaian muslim Rohingya.

 

"Apa yang terjadi pada dua wartawan bertentangan dengan prinsip Konfederasi Wartawan ASEAN yang tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab," tegasnya.

 

Konfederasi Wartawan ASEAN, salah satu organisasi pers tertua di Asia Tenggara, didirikan pada tahun 1975 dengan tujuan mempromosikan pers yang bebas dan bertanggung jawab serta menempa kerja sama di antara anggota-anggota regionalnya. Keanggotaannya saat ini mencakup organisasi media besar dari delapan negara ASEAN.

 

Asosiasi Wartawan Myanmar, yang saat ini memiliki status sebagai pengamat, telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan konfederasi. [wid]

 

Sumber: RMOL