Selasa, 11 Desember 2018

Cerita Margiono Tentang Kongres PWI Pertama

Sarasehan Nasional bertema "Pers Kebangsaan dan Pembangunan Era Gigital" menyambut kedatangan delegasi Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) XXIV di Solo, Jawa Tengah.
 
Ketua Umum PWI Pusat, Margiono membuka sarasehan yang dilangsungkan di Hall Monumen Pers, Solo, Rabu siang (27/9).
 
"Bagi PWI, hal ini penting seiring kondisi sekarang dengan mengambil tema pers kebangsaan dan pembangunan di era digital untuk dibahas," kata Margiono.
 
Margiono bercerita tentang lahirnya PWI yang kala itu dideklarasikan di Kota Solo. Atas alasan itulah, kata dia, kemudian PWI memilih Solo sebagai tempat pelaksanaan Kongres tahun ini.
 
"Kenapa kita Kongres di Solo, itu karena Solo merupakan tempat lahirnya persatuwan wartawan pertama di Indonesia, tepatnya dideklasaikandi tempat yang sama di Gedung Monumen Pers ini. Walaupun dulu gedungnya tidak sebagus ini pada saat Kongres pertama kali dilaksanakan," jelasnya.
 
Meski dalam kesederhaan saat deklarasi PWI saat itu, dikatakan Margiono, semangat dari delegasi wartawan di seluruh Indonesia tidak surut untuk bersama-sama berkumpul melaksanakan kongres di Solo.
 
"Dalam kongres pertama kali itu berdasarkan data kehadiran itu ada 300 insan pers dari seluruh wilayah di Indonesia," tukas Margiono yang disambut tepuk tangan hadirin. [Humas]