Senin, 29 Mei 2017

141 Wartawan Kalteng Ikuti KLW

Palangkaraya (ANTARA News) - Sebanyak 141 orang wartawan se Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti Karya Latihan Wartawan (KLW) yang berlansung dua hari di Palangkaraya, mulai Jumat.

KLW yang diikuti wartawan berasal dari 13 kabupaten dan kota se Kalteng dibuka Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), diwakili Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar.

Marah Sakti Siregar mengatakan,  KLW bukan sekedar menjalankan program organisasi merekrut seseorang menjadi anggota PWI, melainkan ingin mencetak wartawan yang berkualitas.

"Saya tekankan, peserta KLW yang kurang serius supaya tidak diluluskan, agar tidak berhak menjadi anggota PWI," kata Marah Sakti Siregar.

Menurut dia, era kepengurusan PWI sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas wartawan, agar porofesi lebih bernilai sesuai yang diharapkan.

Sejak era reformasi jumlah wartawan membludak, akhirnya  seringkali keberadaan menjadi omelan, bahkan caci makian sebagian  pihak, lantaran keberadaan wartawan tidak menunjukkan kualitasnya.

Era reformasi ini bertumbuhan media cetak dan elektronik lalu merekrut sejumlah wartawan tanpa mempertimbangkan kualitas, yang  akhirnya jumlah wartawan di Indonesia terlalu banyak mencapai 14 ribu orang.

Ke masa depan bukan jumlah wartawan yang banyak melainkan bagaimana jumlah wartawan yang sedikit tetapi berkualitas.

Sementara itu, Ketua PWI Kalteng, Sutransyah, mengatakan bahwa KLW itu jumlahnya di luar dugaan, tadinya diperkirakan hanya diikuti 80 orang, ternyata 141 orang.

Membludaknya peserta KLW ini, ada kaitannya keluar aturan baru yang mensyaratkan wartawan anggota PWI harus sarjana atau minimal lulusan Diploma 3, tetapi aturan tersebut berlaku mulai tahun 2010 mendatang.

Berarti bagi lulusan SLTA kali ini atau tahun 2009 ini merupakan peluang terakhir untuk bisa jadi anggota PWI, makanya peserta KLW ini membludak, tambahnya.

KLW akan diajarkan berbagai materi, antara lain, UU pokok pers, kode etik jurnalistik, teknik reportasi, bahasa Indonesia, dan beberapa materi lagi yang disampaikan para pakar termasuk dari PWI Pusat.(*)