Rabu, 20 September 2017

18 Media Cetak Dilaporkan ke Dewan Pers

Surabaya  (ANTARA News) - Sekira 18 media cetak di Surabaya akan dilaporkan Panitia Pengawas (Panwas) Kota Surabaya ke Dewan Pers, terkait iklan yang menjurus pada kampanye pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya.

Ketua Panwas Surabaya, Wahyu Hariadi, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh 18 media cetak dengan memuat iklan kampanye.

"Padahal, jadwal kampanye belum dilakukan. Tapi banyak media yang sudah menayangkannya. Ini merupakan bentuk pelanggaran," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan mengkonsultasikannya ke Dewan Pers terkait penindakannya. "UU Pers mengatur itu semua. Untuk itu kita serahkan ke Dewan Pers," ujarnya.

Menurut dia, pelanggaran tersebut meliputi iklan dengan menampilkan foto pasangan cawali dan cawawali, selain itu disebutkan nomor urut dari pasangan cawali, serta adanya arahan untuk menyoblos ke nomor pasangan tersebut.

Sementara itu, terkait adanya media cetak yang telah menjadi alat untuk memenangkan salah satu pasangan tersebut, Wahyu mengatakan akan mempelajarinya. Hanya saja, pihaknya enggan menyebutkan media cetak mana saja yang melakukan iklan kampanye tersebut.

"Saya belum tahu itu. Saya akan mempelajarinya," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah menandatangi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

"Namun, kami hanya sebatas membahas personal wartawan yang terlibat dalam mendukung kampanye salah satu calon. Sementara untuk lembaga kami serahkan ke Dewan Pers," tuturnya. (*)