Minggu, 8 Desember 2019

Dua Wartawan Dimintai Keterangan Soal Teror Bona

Gorontalo (ANTARA News) - Dua wartawan di daerah Provinsi Gorontalo dimintai keterangan selaku saksi oleh pihak kepolisian terkait dengan aksi teror yang menimpa pencipta sekaligus pelantun lagu "Andai Aku Jadi Gayus", Bona Paputungan.

Kedua wartawan tersebut masing-masing adalah kontributor Tv One wilayah Gorontalo, Irfan Lussa, dan Kontributor Metro TV, Andri Arnold.

Mereka dijemput oleh satuan buru serbu Kepolisian Daerah (Buser Polda) Gorontalo di salah satu studio radio lokal yang berlokasi di Kota Gorontalo saat sedang bersama Bona Paputungan.

"Saat itu kami sedang mengobrol dengan Bona," ujar Irfan Lussa, Minggu.

Irfan menjelaskan, dirinya bersama Andri Arnold diperiksa hanya sebagai saksi dalam kasus teror yang menimpa Boni.

Dia menambahkan, keduanya bertepatan sedang bersama boni ketika proses teror melalui telephone seluler sedang berlangsung.

"Boni diancam ketika baru saja diwawancarai oleh pihak tv one dalam acara kabar petang," kata Irfan.

Sementara itu Kepala Satuan (Kasat) Ops I Reskrim Polda Gorontalo, AKBP Haddra Dotulong mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini, hanya merupakan tahap awal.

"Penyidik masih mengumpulkan informasi dari pelapor dan para saksi," kata Haddra. (*)