Minggu, 8 Desember 2019

Presiden: Pers Berada di Jalur Tepat

Persatuan Wartawan Indonesia
Presiden Yudhoyono bersalaman dengan
Margiono diikuti Ketua Dewan Pers, Bagir Manan
 
Jakarta (presidensby.info) - Pers Indonesia sudah pada jalur yang tepat. kalau pun ada sedikit kekuarangan, itu hal yang wajar. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagaimana dikutip Ketua Umum PWI Pusat Margiono, usai melaporkan persiapan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2011, di Kantor Presiden, Jumat (21/1) sore.

"Tadi Presiden bilang, pers Indonesia sudah dalam jalur yang benar secara keseluruhan. Kalau ada kekurangan sedikit-sedikit wajar, pemerintah juga ada kekurangan," ujar Margiono.

 

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyambut baik hadirnya sekolah jurnalistik, ada perbaikan profesionalisme, ada ratifikasi untuk meningkatkan keterampilan, dan kode etik. "Beliau menyampaikan itu sebagai bagian dari upaya yang serius dan benar untuk memperbaiki pers di dalam negeri," Margiono menambahkan.

Presiden akan menghadiri peringatan HPN 2011 di Kupang. Ini adalah kali keempat secara berturut-turut SBY menghadiri HPN, setelah sebelumnya Presiden hadir di Semarang (2008), Jakarta (2009), dan di Palembang (2010).

"Presiden berkenan hadir, dan rencananya akan tiga hari berada di NTT. Selain menghadiri Hari Pers, beliau juga akan berkunjung ke Atambua dan melihat beberapa potensi proyek pembangunan yang direncanakan untuk NTT," ujar Margiono.

Dalam audiensi tadi, Margiono melaporkan sejumlah kegiatan yang akan dilakukan pada HPN 2011, diantaranya pemberian penghargaan karya tulis Adinegoro dan penghargaan Balimas Kemerdekaan Pers. "Untuk pertama kalinya nanti Dewan Pers akan menyampaikan sertifikasi kompetensi wartawan sebagai bagian proses ratifikasi yang sudah dicanangkan sejak tahun yang lalu," kata Margiono.

Ratifikasi wartawan sendiri rencananya akan berlaku mulai tahun 2012 dan saat ini sudah pada tahap sosialisasi. "Salah satu yang menandai proses itu adalah diberikannya sertrifikasi untuk kompemtensi wartawan mulai pada Hari Pers Nasional tahun ini," Margiono menjelaskan.

Sementara itu, Gubernur NTT Lebu Raya yang ikut dalam pertemuan dengan Presiden mengatakan, daerahnya akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik. "Beberapa pertimbangan mengapa kami bersedia menjadi tuan rumah. Hal yang pertama, NTT selalu dikategorikan daerah tertinggal yang ada di perbatasan di dua negara. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan Hari Pers Masional yang dipusatkan di Kupang akan bisa memberikan pandangan yang baru dan motivasi bagi masyarakat NTT yang lebih baik," kata Gubernur NTT.

Lebu Raya atas nama pemerintah daerah juga akan memberikan penghargaan kepada jurnalis asal NTT yang karyanya banyak menghiasi media tanah air sebagai motivator kepada pemuda-pemudi NTT untuk lebih berprestasi lagi. "Selanjutnya juga akan ada branding yang saat ini tengah kita dorong, yaitu Komodo sebagai salah satu brand NTT. Pulau Komodo saat ini tengah mengikuti pemilihan untuk menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia," Lebu Raya menjelaskan. Diharapkan event ini akan mengangkat promosi wisata NTT, seperti Pulau Komodo dan danau tiga warna Kelimutu.

Selain itu, Presiden SBY juga mengundang Lubu Raya kembali ke Jakarta, pada 2 Februari mendatang, untuk memaparkan beberapa program strategis yang bisa dilaksanakan. "Salah satunya adalah pembangunan pabrik garam di NTT. Potensi garam di NTT besar, Presiden tadi menghendaki jangan sampai kita terus-menerus impor garam, kenapa tidak jika kita membuat pabrik garam di NTT untuk bisa menyuplai kebutuhan di dalam negeri," Lebu Raya menambahkan. (dit)