Jumat, 23 Agustus 2019

Sekda Kupang Panggil PNS Perusak Kamera Wartawan

Kupang  (ANTARA News) - Sekretaris Daerah(Sekda)  Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Habde Adrianus Dami, akan segera memanggil Jhony Rihi, oknum PNS yang diduga kuat merusak kamera wartawan ketika kameramen televisi itu sedang melakukan peliputan di SDN Oesapa II Kupang, Selasa (25/10).

"Saya sudah membuat surat pemanggilan kepada Jhony Rihi dan isterinya Wilhelmina Aplugi yang telah menghalang-halangi tugas jurnalistik dengan merusak dan membawa kabur kamera wartawan saat meliput dugaan penyalahgunaan dana bantuan operasi sekolah (BOS) di SDN tersebut," katanya di Kupang, Rabu.

Menurut Dami, tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum PNS itu menunjukkan kekerdilan dan kepicikan seorang aparatur negara, yang sama sekali tidak menghormati tugas dan fungsi pekerja pers dalam melaksanakan tugas-tugasnya, sebagai salah satu komponen pengawasan publik.

Karena itu, penting bagi oknum PNS itu diberikan pembinaan sesuai dengan beban kesalahan yang dilakukan, sehingga tidak lagi dilakukan oleh PNS lainnya di lingkup Pemerintah Kota Kupang.

"Kami sangat membutuhkan peran pers dalam semua rencana dan kebijakan pembangunan kemasyarakatan di daerah ini," kata Sekda Kota Kupang.

Terhadap Wilhelmina Aplugi yang juga bendahara dana BOS SDN Oesapa II yang diduga telah melakukan penyimpangan dana BOS, kata Dami, akan segera meminta Inspktorat Daerah (Irda) untuk melakukan penyelidikan, agar bisa diketahui duduk persoalan yang sebenarnya.

"Jika memang nantinya diketahui ada terjadi tindak pidana dan melanggaran sejumlah aturan yang berlaku, maka yang bersangkutan akan terus diproses ke aparat penegak hukum," kata Dami.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kupang yang membidangi pendidikan, Imanuel Haning, secara terpisah mendesak Wali Kota Kupang untuk segera memberikan tindakan tegas kepada oknum PNS tersebut.

Menurut Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera Pembaruan itu, tindakan oknum PNS tersebut secara kelembagaan telah melukai citra dan eksistensi Pemerintah Kota Kupang secara kelembagaan.

Karena itu, Wali Kota selaku kepala pemerintahan di lingkup Pemerintah Kota Kupang, harus segera menindaklanjuti persoalan tersebut sehingga tidak menimbulkan penilaian miring dari masyarakat.

Imanuel mengatakan, jumlah dana BOS yang dialokasikan untuk seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Kupang melalui APBD 2011, masing-masing untuk sekolah negeri sekitar Rp16 miliar, sedang sekolah swasta hanya sekitar Rp6 miliar.

Dia juga mendesak aparat Inspektorat Daerah Kota Kupang untuk segera memeriksa oknum bendahara yang diduga telah melakukan penyelewengan dana BOS itu.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kata Imanuel, menyalurkan dana BOS kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dengan maksud agar target peningkatan mutu pendidikan di negara ini bisa tercapai.

"Nah kalau yang terjadi di lapangan hanya penyimpangan maka tujuan itu tidak akan terlaksana, karenannya patut dilakukan penindakan dan pengawasan yang ketat," kata Imanuel.

Dia juga meminta Dinas PPO untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh stafnya, sehingga upaya aksi penyimpangan yang akan dilakukan staf di lapangan bisa segera diatasi agar tidak terjadi.

"Kalau memang pengawasan dinas pun tidak jalan, sebaiknya kepala dinas dan sekretarisnya ditinjau untuk diganti saja," kata Imanuel.

Sebelumnya sejumlah wartawan dari berbagai media, dihadang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kota Kupang, saat hendak meliput dugaan penyimpangan dana BOS tahun 2011.

Sejumlah wartawan yang dihadang dalam upaya peliputan dugaan penyimpangan dana BOS tersebutadalah Denny Fernandez dari TVRI Kupang, Yopi Tapenu dari Harian Pagi Timor Expres, Obby Lewanmeru dari Harian Umum Pos Kupang serta Ajhar dari Harian Ernde Pos.

Tidak sekadar terjadi penghadangan, oknum PNS yang diketahui bernama Jhony Rihi yang juga adalah Pengawas TK/SD pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang itu pun merampas kamera milik Denny Fernandez wartawan TVRI Kupang, dan merusakinya.

Bahkan, Jhony Rihi yang juga adalah istri dari Ny Wihelmina Ablugi guru pada SD tersebut dan selaku bendahara pengelola dana BOS tersebut membawa kabur kamera milik wartawan TVRI Kupang itu ke Mapolresta Kupang.
(T.ANT-295//L003)