Minggu, 26 Mei 2019

Wartawan Senior Zatako Meninggal Dunia

Medan (ANTARA News)  -  Wartawan olahraga senior Indonesia   Haji Zainuddin Tamir Koto (70) yang akrap dipanggil Zatako, Sabtu,  pukul 00.20 WIB meninggal dunia di rumahnya di Kompleks Wartawan Jalan Letter Press,  Kelurahan Pulau Brayan Darat, Medan.

Salah seorang anak  almarhum Zatako, Laksamana Mahardika (27), di Medan, Sabtu, mengatakan bahwa sebelum orang tuanya itu mengembuskan nafasnya yang  terakhir sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan.

Menurut Laksamana, memang orang tuanya itu pada Jumat (9/12)   sering mengeluh rasa sakit, namun ketika ditanya dia tidak mau menyebutkan dimana bagian yang sakit tersebut. Selama ini ayahnya tidak mau merepotkan keluarga dengan penyakit yang sedang dideritanya tersebut.

"Selama ini bapak (Zatako,red)  hanya menutup diri dengan penyakit yang dideritanya. Sehingga kami terpaksa  membujuk bapak agar mau dibawa berobat ke rumah sakit," ujarnya.

Laksamana mengatakan, ketika bapak dibawa ke RSUP Adam Malik Medan dan diperiksakan, ternyata orang tuanya itu mengalami gangguan ginjal yang sudah kronis.

Sehingga dokter yang memeriksa bapak tersebut, menganjurkan agar melakukan cuci darah, karena penyakit cukup parah.

"Bapak saat dibawa ke RSU Adam Malik Medan dalam keadaan lemah, dan tidak berapa lama kemudian beliau meninggal dunia," ucap Laksamana yang merasa sedih kehilangan orang tuanya yang sangat dicintainya itu.

Dia mengatakan, Zatako yang dilahirkan di Pariaman, Sumatera Barat, 14 Desember 1941 meninggalkan seorang isteri bernama Rosmina (60) dan enam orang anak.

Zatako pernah menjadi wartawan Sinar Pembangunan Medan  (Sekarang Medan Pos), wartawan Harian Pelita, koresponden ANTARA di Medan, dan menulis untuk beberapa media di Jakarta dan Kuala Lumpur, Malaysia.

 "Jenazah almarhum Zatako dikebumikan di Pekuburan Muslim Jalan Jemadi Medan pada hari ini Sabtu yang dihadiri ratusan pelayat terdiri atas para pejabat, kalangan wartawan, tokoh masyarakat, OKP, serta kerabat dan keluarga," kata Laksamana.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumatera Utara, Simon Pramono, mengatakan bahwa dirinya merasa kehilangan sosok wartawan olahraga senior yang selama ini dikenal  sangat gigih dalam meliput berbagai kegiatan olahraga di Medan.

Menurut dia, Zatako selama ini dikenal sangat baik, ramah dengan sesama wartawan, begitu juga dengan para pejabat di daerah tersebut.

"Kita perlu mencontoh mengenai kebaikan dan kegigihan abang Zatako saat melaksanakan tugas jurnalistik. Beberapa hari lalu saya masih melihat Bang Zatako  bertugas," kata mantan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumut dua periode itu.  (*)