Minggu, 26 Mei 2019

PWI Tasikmalaya Gelar Dialog Kinerja Wartawan

Tasikmalaya (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tasikmalaya menggelar dialog bersama dengan seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat, membahas kinerja kewartawanan.

Kegiatan bertemakan "Dialog Interaktif Dunia Jurnalistik dan Kewartawanan serta Kiat-kiat Menghadapi Wartawan" dengan pembicara dari Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers dari Dewan Pers, Muhammad Ridlo E'isy, Ketua PWI Perwakilan Tasikmalaya, Bambang, Ketua PWI Cabang Jawa Barat, Mirza Zulhadi.
Ketua Pelaksana, Nanang Kuswara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dihadiri para kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dan camat se-Kabupaten Tasikmalaya, serta perwakilan dari kepolisian dan TNI Angkatan Darat (AD).

Digelarnya kegiatan tersebut, kata Nanang, diharapkan dapat memberikan pembelajaran tentang kewartawanan kepada para pelaksana pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya.

Sebaliknya para wartawan yang bertugas di Tasikmalaya, kata Nanang, dapat mengetahui berbagai persoalan yang dialami para camat maupun kepala dinas ketika berhadapan dengan wartawan.

"Kegiatan ini dilatarbelakangi rasa keprihatinan kami di PWI dengan munculnya permasalahan dunia kewartawanan yang bertugas tidak sebagaimana mestinya," katanya.

Permasalahan kinerja wartawan yang tidak menerapkan kode etik jurnalistik di lapangan, kata Nanang seringkali dikeluhkan masyarakat atau para pejabat pemerintahan yang ditemui oleh wartawan bersangkutan.

PWI Tasikmalaya, kata Nanang, menerima 150 pengaduan kinerja kewartawanan dari masyarakat maupun dari sejumlah pejabat pemerintahan di Tasikmalaya selama tahun 2011.

"Sebanyak 150 pengaduan yang diterima PWI Tasikmalaya, saat ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, bahkan sudah ada yang ditangani kepolisian," kata Nanang.

Sementara itu, Ketua PWI Tasikmalaya, Bambang, mengatakan bahwa di Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten (Humas Pemkab) Tasikmalaya tercatat ada sebanyak 400 orang wartawan ddari 200 surat kabar, harian, mingguan hingga bulanan.

Namun, Bambang mengemukakan, banyaknya jumlah wartawan dan media yang tercatat tersebut dilaporkan melakukan penyalahgunaan profesi wartawan hingga merugikan pihak yang pernah didatangi mereka.

"Ini dampak buruknya kebebasan pers yang disalahgunakan, ternyata wartawan masih belum memahami etika jurnalistik, dan terbukti banyak disalahgunakan," demikian Bambang. (*)