Indrawadi mengemukakan, tema yang diangkat adalah masalah bangsa yang tidak pernah selesai dan disajikan dengan elegan dan tidak menggurui.

Amalia mengaku setiap membaca berita dengan tema seperti ini, ia merasa tersentuh, mengingat kondisi masyarakat saat ini membuat jarak perbedaan semakin jauh, sedangkan tulisan ini dapat menjadi bahan renungan bahkan bisa dijadikan replika dalam skala yang lebih besar perihal menyatukan perbedaan.

"Tulisan ini menggunakan bahasa yang enak dibaca dan santun," kata Amalia.

"Kisah-kisah seperti ini ibarat oase di gurun pasir, kalau kisah seperti ini ada banyak di Indonesia maka tidak akan ada konflik. Hidup ini lancar. Mudah-mudahan contoh apa yang terjadi di Bali ini dapat direplikasi," demikian Ono Purbo.

Panitia Anugerah Adinegoro 2011 menyediakan hadiah sebesar Rp10.000.000,00 serta trofi, bagi peraih Anugerah Jurnalistik Siber yang akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2012 pada tanggal 9 Februari di Jambi.

Karya lain yang diunggulkan para juri antara lain, Kehidupan Warga di Perbatasan (vhrmedia.com), Dedikasi Sutono Untuk Anak Tepian Hutan Ngawi (antarajatim.com), Perang Gas di Tapal Batas (borneotribune.com), Tragedi Rawagede, Apa Alasan Belanda Gelar Operasi Pembantaian? (tempo.com).

Penghargaan Anugerah Adinegoro diberikan setiap tahun oleh PWI dalam rangka penyelenggaraan Hari Pers.

Selain itu juga akan diberikan penghargaan khusus berupa jurnalistik inovasi untuk kategori siaran berita melalui media on line (cyber journalism) untuk satu pemenang dengan hadiah Rp10.000.000,00.

Sebelumnya panitia telah mengumumkan pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro untuk kategori jurnalistik foto berjudul Razia PMKS karya M Agung Rajasa (LKBN ANTARA) dan karya jurnalistik karikatur berjudul Asing karya Jitet Kustana (KOMPAS).

Penilaian atas seluruh kategori saat ini sedang berlangsung secara bertahap dan dijadwalkan selesai pada tanggal 31 Januari 2012.

Untuk kategori jurnalistik tulis terkumpul 62 karya, tajuk rencana 38 karya, jurnalistik foto 175 karya, jurnalistik televisi 33 karya, karikatur 52 karya dan jurnalistik siber 15 karya.

Penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro diberikan setiap tahun oleh PWI dalam rangka penyelenggaraan Hari Pers Nasional, pada tahun ini ditetapkan untuk tema bebas.

Nama Anugerah Adinegoro mengabadikan nama tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro, (14 Agustus 1904 - 8 Januari 1967) yang semasa muda mengenyam pendidikan jurnalistik di Munchen (Jerman) dan Amsterdam (Belanda), kemudian kembali ke Tanah Air pada tahun 1931 serta menjadi pemimpin redaksi Pandji Poestaka dan kemudian pemimpin redaksi Pewarta Deli