Minggu, 26 Mei 2019

Medali Emas Spirit Jurnalisme untuk Atmakusumah

Persatuan Wartawan Indonesia

Atmakusumah Astraatmadja

Jakarta (PWI News) - Komunitas Hari Pers Nasional (HPN) yang melibatkan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Perusahaan perS (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Seluruh Indonesia (ATVLI) pada 2012 sepakat menganugerahi Medali Emas Spirit Jurnalismebagi tokoh pers Atmakusumah Astraatmadja.

Penanggungjawab HPB 2012, Margiono, mengemukakan bahwa penghargaan ini pernah diraih oleh Dahlan Iskan, bos Jawa Bos Group, Jakob Oetama, bos Kompas Gramedia Group dan Rosihan Anwar.

"Penghargaan spirit jurnalisme juga akan diberikan pada Bapak Atmakusumah. Beliau tokoh pers yang konsisten terus berkarya jurnalistik, pada saat mudah dan saat sulit," ujarnya.

Atmakusumah Astraatmadja adalah pengajar tetap di pusat pendidikan dan pelatihan jurnalistik Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan School for Broadcast Media (SBM). Ketua Dewan Pengurus Voice of Human Rights (VHR) News Center dan anggota Dewan Penyantun Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBHPers) di Jakarta.

Ia pernah menjadi direktur eksekutif LPDS, ketua Dewan Pers Independen (2000-2003), ketua Tim Ombudsman Harian Kompas, staf U.S. Information Service (USIS) di Jakarta, dan redaktur pelaksana harian Indonesia Raya.

Pak Atma, demikian sapaan akrab bagi Atmakusumah, mendapat penghargaan Magsasay untuk bidang jurnalisme dan sastra pada 2000. Ia juga mendapat anugerah Press Card Number One (PCNO) dari komunitas Hari Pers Nasional (HPN) 2010 di Jakarta, Tokoh Pers/Wartawan Utama Dewan Pers (2011).

"Untuk penghargaan Spirit Jurnalisme kepada Atmakusumah. Ini diberikan kepada tokoh-tokoh pers yang konsisten dan terus berkarya jurnalistik pada saat muda dan masih produktif pada masa tua,. Beliau-beliau ini membawa aspirasi sekali inspirasi bagi kalangan pers maupun masyarakat umu,” tutur Margiono. (*)