Jumat, 1 Agustus 2014

Jessica Helena Wuysang raih Adinegoro 2012

Jessica Helena WuysangJakarta (PWI News) - Foto berita berjudul "Evakuasi Orangutan Terbakar" oleh Jessica Helena Wuysang memenangkan penghargaan Anugerah Adinegoro 2012 kategori Jurnalistik Foto.

Karya jurnalistik foto dari pewarta foto ANTARA itu menggambarkan satu orangutan yang terkapar di tanah dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Orangutan itu terbakar akibat pengusiran warga sekitar yang dilakukan dengan cara membakar pohon hunian satwa itu.

Foto "Evakuasi Orangutan Terbakar", seperti disebut dalam siaran pers Panitia Pusat Hari Pers Nasional, mendapat nilai tertinggi atau 271 dari 190 karya foto jurnalistik oleh para dewan juri.

Para juri Anugerah Adinegoro yaitu Firman Ichsan (Pimpinan Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta), Oscar Matuloh (Kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara), dan Enny Nuraheni (Reuters).

Firman menilai karya Jessica mempunyai komposisi yang mendekatkan obyek foto karena memperlihatkan manusia selalu mendahulukan kepentingannya dan mengabaikan pihak yang lemah.

"Foto ini menegaskan telah terjadi 'pembersihan' hutan yang dapat mengancam kerusakan alam seperti banjir, kerusakan tanah, dan untuk kepentingan bisnis semata," kata Enny Nuraheni.

Sementara, Oscar Motuloh menyebut fungsi foto jurnalistik sebagai sarana dan bukan sebagai tujuan akhir.

Selain foto "Evakuasi Orangutan Terbakar", terdapat lima karya foto yang juga menjadi pilihan juri yaitu foto "Kemenpera Beri Santuan Warga Korban Bentrokan Lampung" oleh Dwi Narwoko (MERDEKA.COM), "Evakuasi Korban" oleh Irsan Mulyadi (ANTARA FOTO),

Kemudian foto "Menopang di Benen" oleh Andri Mardiansyah (PADANG-TODAY.COM), "Bentrok Demo BBM" oleh Dhoni Setiawan (LKBN ANTARA), dan "Antre Makan" oleh Dadang Kusuma Wira Saputra (KORAN JAKARTA).

Dewan juri menilai karya peserta dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan kualitas meski tidak semua foto jurnalistik yang terpublikasi masuk dalam ajang pemilihan Adinegoro ini.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro diberikan setiap tahun oleh PWI dalam rangka penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Nama Anugerah Adinegoro mengabadikan nama tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro (14 Agustus 1904 – 8 Januari 1967).

Adinegoro semasa muda mengenyam pendidikan jurnalistik di Munchen (Jerman) dan Amsterdam (Belanda), kemudian kembali ke Tanah Air pada tahun1931 serta menjadi Pemimpin Redaksi Pandji Poestaka dan kemudian Pemimpin Redaksi Pewarta Deli.

Pada tahun 1951 Adinegoro ikut berperan dalam pengambilalihan pimpinan bekas kantor berita Belanda (Aneta), yang kemudian diubah menjadi Pers Biro Indonesia-Aneta (PIA). Presiden Soekarno pada 1962 menyatukan Kantor Berita ANTARA dan PIA menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, dan Adinegoro hingga akhir hayatnya bekerja di lembaga ini. (*)