Rabu, 13 Desember 2017

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ)

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) atau Konfederasi Wartawan ASEAN didirikan di Jakarta tanggal 11 Maret 1975 oleh para utusan dari organisasi wartawan nasional negara-negara anggota ASEAN (Association of South East Asian Nations/Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara).

 Organisasi wartawan dimaksud adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI/Indonesian Journalists'Association), National Union of Journalists' Malaysia (NUJM), National Press Club of the Philippines (NPC), Singapore National Union of Journalists (SNUJ), Confederation of Thai Journalists (CTJ), Vietnam Journalists Association (VJA), Laos Journalists Association (LJA).

 Dalam kesempatan memperingati ulang tahun ke-25 tahun 2000 yang saat itu acaranya berlangsung tanggal 14-17 Februari di Jakarta, hadir pula para peninjau dari Khmer Journalists Association, Leage of Cambodian Journalists, dan Myanmar Journalists Association.

Pendirian CAJ bertujuan untuk memajukan kehidupan jurnalisme dan meningkatkan kehidupan pers yang bebas dan bertanggung jawab; mempererat hubungan internal para wartawan ASEAN dan antara wartawan ASEAN dengan organisasi wartawan di seluruh dunia; meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antarwarga ASEAN demi terwujudnya kesejahteraan, keadilan sosial dan perdamaian; memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga ASEAN sehingga terjalin saling pengertian dan penghargaan yang lebih baik oleh masyarakat dunia.

Gagasan pendirian CAJ ini muncul pada awal 1970-an dari para tokoh wartawan/editor senior. Mereka ingin agar melalui berbagai media masing-masing di lingkungan ASEAN mampu menyumbangkan berbagai pemikiran serta gagasan kepada para pendiri perhimpunan bangsa-bangsa ASEAN agar kawasan Asia Tenggara ini bebas dari pengaruh maupun rivalitas Perang Dingin saat itu. Untuk itu melalui kiprah para wartawan serta medianya di wilayah ini perlu dijalin kerjasama, konsultasi serta diwujudkan perdamaian di antara "hati" dan "pikiran" warga atau masyarakat Asia Tenggara.

Pada 1970-an itu memang beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Laos, Vietnam dan Kamboja terlibat dalam Perang Dingin (Cold War) antara Amerika Serikat dan para sekutunya di Barat dengan Uni Soviet dan antara China dengan Uni Soviet.

Pada awalnya pendiri CAJ hanya terdiri atas PWI (Indonesia), NUJM (Malaysia), NPC (Filipina), SNUJ (Singapura) dan CTJ (Thailand), namun kemudian menyusul VJA (Vietnam) dan LJA (Laos) pada bulan Maret 1996.

Sejauh ini CAJ telah menjalin kerjasama dengan Nihon Shinbun Kyokai, Japan Press Centre, the Asia Pacific Foundation of Canada, All-China Journalists Association, the Friedrich Naumman Foundation, the Friedrich Ebert Stiftung, Hong Kong Journalists' Associaton, Australian Journalists' Association, Asian Media Information dan Mass Communication Centre (AMIC) di Singapura, Asian Institute of Development Commnuication (Kuala Lumpur), International Institute of Journalism (Berlin), the International Federation of Journalists (Brussels), dan the United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Dalam struktur organisasi CAJ terdapat Board of Directors yang terdiri atas Presiden, Wakil Presiden, Sekretaris Jenderal, Sekretaris Tetap, Direktur, Auditor, dan Penasihat. Sekretariat Tetap CAJ berada di Jakarta sejak organisasi ini didirikan. Sekretaris Jenderal yang dipilih setiap dua tahun, diperkenankan untuk memiliki sekretariat kerja di negaranya untuk membantu Presiden CAJ menjalankan tugas dan fungsinya. Sekjen CAJ bertanggung jawab kepada Sidang Umum dan Board of Directors.

(Tim/Wid. Sumber: Publikasi Silver Jubilee 25th Anniversary CAJ).