<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://pwi.or.id</link>
		<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 23:19:49 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://pwi.or.id/images/M_images/joomla_rss.png</url>
			<title>Powered by Joomla!</title>
			<link>http://pwi.or.id</link>
			<description>Joomla! site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>&quot;Menggarami Lautan Garam&quot; TV Kompas Raih Adinegoro 2011</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/-Menggarami-Lautan-Garam-TV-Kompas-Raih-Adinegoro-2011.html</link>
			<description>                        KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA         Petani memanen garam di Madura      1 (http://nasional.kompas.com/read/2012/01/31/10412179/Kompas.TV.Raih.Penghargaan.Anugerah.Adinegoro#)             	                                                         JAKARTA, KOMPAS.com &amp;mdash;  Kompas TV kembali meraih penghargaan di bidang jurnalistik televisi.  Setelah sebelumnya meraih trofi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  untuk garapan investigasi tentang polusi di Jakarta, kali ini Kompas TV  memenangkan Anugerah Adinegoro 2011 Kategori Jurnalistik Televisi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk  karya &amp;rdquo;Menggarami Lautan Garam&amp;rdquo;.Penghargaan terhadap  karya tim Berkas Kompas yang mengulas mengenai ekspor-impor garam itu  akan diserahkan pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 9  Februari 2012 di Jambi. Acara tersebut rencananya bakal dihadiri  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemimpin Redaksi Kompas TV  Taufik Mihardja menyatakan rasa terima kasihnya kepada panitia yang  memberi penghargaan bagi karya-karya yang baik.  Semoga investigasi yang  dilakukan Kompas TV ini memberi masukan bagi semua pihak yang  berkepentingan untuk mengambil langkah bijak dalam masalah garam di  Indonesia,  ujarnya, Selasa. Penjurian Anugerah Jurnalistik Adinegoro kategori Jurnalisme Televisi tersebut dilakukan pada 30 Januari 2012  Liputan &amp;rdquo;Menggarami Lautan Garam&amp;rdquo;  dilakukan di Madura, di mana sekitar 90 persen dari sekitar 1,3 juta  ton produksi garam nasional berasal dari Pulau Madura. Namun, petani  penggarap garam tidak selalu mendapat untung karena kebijakan  ekspor-impor yang tidak selalu berpihak kepada petani.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:34:34 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Jitet Kompas Raih Karikatur Adinegoro 2011</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Jitet-Kompas-Raih-Karikatur-Adinegoro-2011.html</link>
			<description>                                                                            1 (http://nasional.kompas.com/read/2012/01/31/11381714/Karikaturis.Harian.Kompas.Jitet.Kustana.Raih.Adinegoro#)             	                                                         JAKARTA, KOMPAS.com &amp;mdash;  Berlatar belakang kegelisahan tentang kemiskinan sebagian besar rakyat  Indonesia yang tidak bisa menikmati kekayaan negerinya sendiri, Jitet  Kustana melahirkan karikatur berjudul  Asing . Karikatur yang dimuat  harian Kompas pada 25 Mei 2011 itulah yang kemudian meraih Hadiah Adinegoro untuk karya jurnalistik karikatur.  Bermula  dari kegelisahan saya. Ini benar-benar kegelisahan saya sebagai  pribadi, yang merasa sebagian besar rakyat Indonesia jatuh miskin akibat  tidak bisa menikmati kekayaan yang melimpah di negerinya sendiri.  Mereka hanya menjadi penonton, bahkan korban.  Sementara pihak asing  dengan leluasa menikmati kekayaan Indonesia berupa sumber daya alam yang  melimpah itu. Dalam pandangan saya, asinglah yang menikmati kekayaan  alam Indonesia yang melimpah itu,  kata Jitet Kustana, Selasa. </description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:27:20 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Masuki M. Astro Raih Anugerah Inovasi Jurnalistik 2011</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Masuki-M.-Astro-Raih-Anugerah-Inovasi-Jurnalistik-2011.html</link>
			<description> 			 			  (http://img.antaranews.com/new/2012/01/ori/20120128download-2.jpg)                                                                   Masuki M. Astro. 			         Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dalam Made Rai dan Mad Ra&amp;#39;i karya Masuki M Astro yang disiarkan di www.antarajatim.com  pada 30 September 2011 menjadi pemenang penghargaan khusus Hari Pers  Nasional kategori Jurnalistik Siber 2011. Dia adalah jurnalis sekaligus  editor Kantor Berita ANTARA di Biro Surabaya.       Karya ini mengemukakan topik toleransi beragama di Bali,  menyisihkan 12 karya lainnya dengan nilai 255. Penganugerahan, menurut  rencana, akan dilakukan tepat pada peringatan Hari Pers Nasional, di  Jambi, pada 9 Februari 2012.       Dewan juri yang terdiri atas Indrawadi Tamin (Dekan FISIP Universitas Indonusa Esa Unggul, Dewan Pengawas  TVRI), Amalia E. Maulana (Brand Consultant   Etnographer) dan Onno W.  Purbo (pakar dan penulisTeknologi Informasi), sepakat memilih karya tersebut dengan pertimbangan  topik tersebut aktual dan masih banyak terjadi di Indonesia.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 06:20:26 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>M. Agung Rajasa Raih Jurnalistik Foto Adinegoro 2011</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/M.-Agung-Rajasa-Raih-Jurnalistik-Foto-Adinegoro-2011.html</link>
			<description> Razia PMKS karya M. Agung Rajasa  Jakarta (PWI News) - Karya jurnalistik foto berjudul  Razia  PMKS   karya M Agung Rajasa dari LKBN ANTARA terpilih mendapat Anugerah  Adinegoro 2011 dalam rangka peringatan  Hari Pers Nasional (HPN) 2012.     Siaran pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyelenggarakan  acara tersebut di Jakarta, Rabu, menyebutkan, foto pemenang yang terbit  tanggal 12 September 2011 itu menampilkan seorang anak yang terjaring  razia duduk meringkuh di dalam mobil tahanan, dan dari pintu mobil  terlihat tangan seseorang mengeluarkan sebungkus roti.     Dewan juri Anugerah Adinegoro 2011 kategori jurnalistik foto terdiri  atas Firman Ichsan (fotografer, Ketua Dewan Kesenian Jakarta/IKJ),  Oscar Motuloh (Kurator Galeri Foto Jurnalistik ANTARA/GFJA) dan Enny  Nuraheni	(fotografer senior kantor berita Reuters) dalam sidang di  Jakarta, Selasa (24/1) menetapkan karya  tersebut sebagai pemenang,  menyisihkan 144 karya foto lain.      </description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 06:11:22 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Jitet Kompas Raih Anugerah Karikatur Adinegoro dan Rp50 Juta</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Jitet-Kompas-Raih-Anugerah-Karikatur-Adinegoro-dan-Rp50-Juta.html</link>
			<description> Jakarta (PWI News) - Karikatur jurnalistik berjudul ASING karya Jitet Kustana dari harian Kompas terpilih mendapat Anugerah Adinegoro 2011, yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012.Dewan juri Anugerah Adinegoro untuk kategori jurnalistik karikatur, Pramono R. Pramoedjo (karikaturis), Dolorosa Sinaga (pekerja seni, pematung) dan Yusuf Susilo Hartono (Ketua Seksi Kebudayaan PWI Pusat, Pemimpin Redaksi Majalah Visual Arts) dalam sidang di Jakarta, Kamis 19 Januari 2012 menetapkan karikatur tersebut sebagai pemenang, menyisihkan 44 karya karikatur lain yang masuk ke meja panitia. </description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 22:34:13 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>

