<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://pwi.or.id</link>
		<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 11:39:56 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://pwi.or.id/images/M_images/joomla_rss.png</url>
			<title>Powered by Joomla!</title>
			<link>http://pwi.or.id</link>
			<description>Joomla! site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>In-Memoriam Masdun Pranoto</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/In-Memoriam-Masdun-Pranoto.html</link>
			<description>      Masdun Pranoto  Oleh H. Ilham Bintang (*)Jakarta (PWI News) - Senin (13/3) pagi pamit ke Anyer, Banten. Esok harinya, tinggal jasad yang kembali ke Jakarta dan masuk ke rumah. Selasa (14/3) pagi wartawan senior Masdun Pranoto ditemukan temannya terbujur kaku di atas sajadah di dalam kamar hotel di Anyer. Laptopnya masih menyala di atas meja kerja saat ia ditemukan.Diperkirakan mantan Ketua PWI Jaya itu menghembuskan nafas terakhirnya, sehabis salat subuh. &amp;ldquo;Sampai jam satu malam kami masih kontakan lewat sms,&amp;rdquo; kata Bunda Ratna, kawan satu majelis taklim dengan almarhum. Dengan menumpang mobil sahabatnya itu Masdun ke Anyer. Menurut Ratna, kepergian Masdun untuk mengerjakan editing biografi Hartarto, mantan Menteri Perindustrian di era Orde Baru.Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 10:29:27 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Israel tidak mampu serang Iran</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Israel-tidak-mampu-serang-Iran.html</link>
			<description> 			 			 			 (http://img.antaranews.com/new/2012/03/ori/20120309Margiono-Wakil-Menteri-Iran.jpg) 			 			Mohammad Zadeh (kiri) bersama Margiono di Sekretariat PWI Pusat.         Jakarta (ANTARA News) &amp;ndash; Israel tidak akan mampu menyerang Iran dalam pengertian perang terbuka karena tanpa alasan kuat yang masuk akal, kata Wakil Menteri Pers dan Media Republik Islam Iran, Mohammad Zadeh.   &amp;ldquo;Israel tentunya tidak perlu banyak omong bila ingin menyerang Iran secara terbuka. Mereka melakukannya secara terselubung. Mereka pasti tahu bahwa Iran bukanlah Afghanistan dan Irak, yang dapat dilumpuhkan sekutu pimpinan Amerika Serikat,&amp;rdquo; ujarnya dalam kunjungan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono, di Jakarta, Jumat.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 08:13:56 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>BJ Habibie minta pers subyektif</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/BJ-Habibie-minta-pers-subyektif.html</link>
			<description> BJ Habibie  Jakarta (ANTARA News) - Presiden RI periode 1998-1999, Bacharuddin Jusuf Habibie, menilai bahwa pers nasional harus bersikap subjektif terhadap kepentingan masyarakat Indonesia.  Pers nasional sebagai pilar keempat demokrasi harus bisa bersikap seobjektif mungkin, tapi lebih dari itu, pers nasional harus subjektif dalam membela kepentingan masyarakat,  kata BJ Habibie usai acara tayang bincang Dialog Merah Putih kerja sama TVRI, RRI dan ANTARA di kediamannya, Patra Kuningan 13, Jakarta, Rabu.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 08:50:06 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Media Telah Beropini</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Media-Telah-Beropini.html</link>
			<description> Prof. DR Kacung Marijan (di podium)dalam Silaturahmi Pers Nasional 2012    Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik Prof DR Kacung Marijan menilai, sebagian media massa dalam taraf tertentu telah beropini pada pemberitaan korupsi Wisma Atlet yang melibatkan petinggi Partai Demokrat.&amp;ldquo;Media massa sudah memiliki sikap tertentu dalam kasus Wisma Atlet ini sehingga media bukan lagi sekedar saluran informasi, melainkan sudah menjadi aktor dalam dunia politik nasional,&amp;rdquo; kata Kacung dalam diskusi Silaturahmi Pers Nasional di  Wisma ANTARA Jakarta, Selasa.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 09:12:09 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Pengaduan Partai Demokrat, Cerita Lama Kekuasaan Lawan Media</title>
			<link>http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Pengaduan-Partai-Demokrat-cerita-lama-kekuasaan-lawan-media.html</link>
			<description> Suryopratomo, Ramadhan Pohan, Karni Ilyas, Priyambodo RHdan Prof Bagir Manan (kiri ke kanan) dalam Silaturahmi Pers Nasional 2012.  Jakarta (ANTARA News) - Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo, mengatakan bahwa pengaduan Partai Demokrat atas pemberitaan stasiun televisi tersebut adalah cerita lama kekuasaan melawan media massa. Dari dulu memang selalu seperti ini, kecenderungan kekuasaan itu tidak mau dikoreksi. Sehingga saat ada media massa mencoba  kritis pada rezim berkuasa, maka rezim tersebut cenderung merepresi,  kata Suryopratomo dalam  Bedah Pers: Metro TV dan TVOne, Menjawab Pengaduan Partai Demokrat ke KPI  di Jakarta, Selasa.</description>
			<category>Berita PWI - Berita PWI</category>
			<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 09:06:13 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>

