|
Peliputan Pers dan Keselamatan Wartawan |
|
Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
Oleh Petrus Suryadi Sutrisno *) Jakarta (ANTARA News) - Nasib malang yang dialami seorang bernama Ridwan Salamun. Ia mengakhiri karirnya sebagai wartawan karena tewas ketika meliput bentrok antar-warga Bandaeli dan Tigitan, di Tual, Maluku Tenggara, pada 16 Agustus 2010.
Peristiwa tersebut nampaknya dapat memperpanjang daftar korban tindak kekerasan dan kriminalisasi serta teror terhadap wartawan (di Indonesia), seperti yang pernah direkam oleh konsultan media Inggris Tessa Paper tahun 2009. Laporan Tessa Paper tentang catatan dan daftar korban tindak kekerasan, kriminalisasi dan teror terhadap wartawan Indonesia tahun 1996-2009 telah diterbitkan dan dirilis dengan judul “Jangan Tembak Sang Pembawa Berita”. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wartawan Somalia Tewas Dalam Baku Tembak di Mogadishu |
|
Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
Mogadishu (ANTARA News/AFP) - Seorang wartawan Somalia tewas dalam baku tembak antara kelompok gerilyawan Islam dan pasukan pemerintah di Mogadishu pada Selasa, kata satu badan pengawas pers internasional.
Barkhat Awale, 60 tahun, wartawan dan pengelola Radio Hurma, sedang berada di atap kantor stasiun radio itu untuk membantu seorang teknisi menempatkan perlengkapan transmisi secara tepat ketika ia dihantam sebutir peluru di perutnya, kata Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) yang berpusat di New York. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kapolda dan PWI Jatim Bahas Wartawan "Bodrex" |
|
Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
Surabaya (ANTARA News) - Kepala Kepolisian daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Badroddin Haiti, dan sejumlah pengurus PWI Jatim, Rabu, membahas masalah wartawan "bodrex" (tidak memiliki media) yang meresahkan masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam silaturrahmi Kapolda Jatim yang baru menjabat terhitung sejak 19 Agustus 2010 itu dengan pengurus PWI Jatim yang dipimpin ketuanya, H. Dhimam Abror. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pemerintah Diminta Berikan Perlindungan Insan Pers |
|
Selasa, 24 Agustus 2010 |
|
Kuala Kapuas (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menuntut pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum secara maksimal kepada insan pers agar lebih aman dalam bertugas.
"Insan pers merupakan manusia dan bukan mahkluk yang tidak berharga, pengabdiannya untuk bangsa dan negara harus mendapat tempat yang layak dan bukan sebagai ancaman," kata Koordinator Lapangan Aksi Damai PWI Perwakilan Kapuas Achad Suhaili di Kuala Kapuas, Selasa.
"Jangan ada lagi dinas atau instansi yang secara arogan menutup akses informasi yang layak diketahui oleh masyarakat," katanya.
Pada aksi tersebut insan pers juga melepas berbagai atribut seperti kartu pers, kartu anggota PWI, alat kerja mulai dari pulpen, buku, kamera, tape rekaman sebagai bentuk protes terhadap kekerasan dan pelecehan terhadap pers dalam menjalan tugas. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
HMI: Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan |
|
Selasa, 24 Agustus 2010 |
|
Sukabumi (ANTARA News) - Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Sukabumi mengimbau kepada seluruh pihak agar menghentikan kekerasan terhadap wartawan.
"Kami menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh siapa saja kepada wartawan," kata Ketua Umum HMI Sukabumi Angga Prawira, di Sukabumi, Selasa.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Komnas HAM Minta Polisi Tangkap Pembunuhan Wartawan |
|
Selasa, 24 Agustus 2010 |
|
Makassar (ANTARA News) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta kepada aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan kontributor Sun-TV di Tual Maluku, Ridwan Salamun.
"Kami memberikan waktu 20 hari kepada aparat kepolisian untuk menangkap semua pembunuh wartawan di Maluku," kata Komisioner Subkomisi Penelitian dan Penyuluhan Komnas HAM, Saharuddin Daming, saat hadir dalam aksi keprihatinan wartawan Sulsel di jembatan layang Makassar, Selasa.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Polisi Diminta Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan |
|
Selasa, 24 Agustus 2010 |
|
Kudus (ANTARA News) - Puluhan wartawan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kudus, Selasa, untuk menuntut aparat kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembunuhan wartawan Sun TV Ridwan Salamun.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, diikuti sekitar 25 wartawan dari media cetak dan elektronik serta perwakilan dari sejumlah LSM yang ada di Kudus dan sekitarnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 8 dari 472 |