|
In-Memoriam Masdun Pranoto |
|
Rabu, 21 Maret 2012 |
|
Masdun Pranoto
Oleh H. Ilham Bintang (*)
Jakarta (PWI News) - Senin (13/3) pagi pamit ke Anyer, Banten. Esok harinya, tinggal jasad yang kembali ke Jakarta dan masuk ke rumah. Selasa (14/3) pagi wartawan senior Masdun Pranoto ditemukan temannya terbujur kaku di atas sajadah di dalam kamar hotel di Anyer. Laptopnya masih menyala di atas meja kerja saat ia ditemukan.
Diperkirakan mantan Ketua PWI Jaya itu menghembuskan nafas terakhirnya, sehabis salat subuh. “Sampai jam satu malam kami masih kontakan lewat sms,” kata Bunda Ratna, kawan satu majelis taklim dengan almarhum. Dengan menumpang mobil sahabatnya itu Masdun ke Anyer. Menurut Ratna, kepergian Masdun untuk mengerjakan editing biografi Hartarto, mantan Menteri Perindustrian di era Orde Baru.
Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Israel tidak mampu serang Iran |
|
Jumat, 09 Maret 2012 |
Mohammad Zadeh (kiri) bersama Margiono di Sekretariat PWI Pusat.
Jakarta (ANTARA News) – Israel tidak akan mampu menyerang Iran dalam pengertian perang terbuka karena tanpa alasan kuat yang masuk akal, kata Wakil Menteri Pers dan Media Republik Islam Iran, Mohammad Zadeh. “Israel tentunya tidak perlu banyak omong bila ingin menyerang Iran secara terbuka. Mereka melakukannya secara terselubung. Mereka pasti tahu bahwa Iran bukanlah Afghanistan dan Irak, yang dapat dilumpuhkan sekutu pimpinan Amerika Serikat,” ujarnya dalam kunjungan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono, di Jakarta, Jumat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
BJ Habibie minta pers subyektif |
|
Rabu, 07 Maret 2012 |
|
 BJ Habibie Jakarta (ANTARA News) - Presiden RI periode 1998-1999, Bacharuddin Jusuf Habibie, menilai bahwa pers nasional harus bersikap subjektif terhadap kepentingan masyarakat Indonesia. "Pers nasional sebagai pilar keempat demokrasi harus bisa bersikap seobjektif mungkin, tapi lebih dari itu, pers nasional harus subjektif dalam membela kepentingan masyarakat," kata BJ Habibie usai acara tayang bincang Dialog Merah Putih kerja sama TVRI, RRI dan ANTARA di kediamannya, Patra Kuningan 13, Jakarta, Rabu. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 06 Maret 2012 |
|
Prof. DR Kacung Marijan (di podium) dalam Silaturahmi Pers Nasional 2012 Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik Prof DR Kacung Marijan menilai, sebagian media massa dalam taraf tertentu telah beropini pada pemberitaan korupsi Wisma Atlet yang melibatkan petinggi Partai Demokrat. “Media massa sudah memiliki sikap tertentu dalam kasus Wisma Atlet ini sehingga media bukan lagi sekedar saluran informasi, melainkan sudah menjadi aktor dalam dunia politik nasional,” kata Kacung dalam diskusi Silaturahmi Pers Nasional di Wisma ANTARA Jakarta, Selasa.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pengaduan Partai Demokrat, Cerita Lama Kekuasaan Lawan Media |
|
Selasa, 06 Maret 2012 |
|
Suryopratomo, Ramadhan Pohan, Karni Ilyas, Priyambodo RH
dan Prof Bagir Manan (kiri ke kanan) dalam Silaturahmi Pers Nasional 2012.
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo, mengatakan bahwa pengaduan Partai Demokrat atas pemberitaan stasiun televisi tersebut adalah cerita lama kekuasaan melawan media massa.
"Dari dulu memang selalu seperti ini, kecenderungan kekuasaan itu tidak mau dikoreksi. Sehingga saat ada media massa mencoba kritis pada rezim berkuasa, maka rezim tersebut cenderung merepresi," kata Suryopratomo dalam "Bedah Pers: Metro TV dan TVOne, Menjawab Pengaduan Partai Demokrat ke KPI" di Jakarta, Selasa. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rusaknya Citra Demokrat Bukan karena Media |
|
Selasa, 06 Maret 2012 |
|
 Karni Ilyas, Priyambodo RH, Prof. Kacung Marijan
dan Prof Bagir Manan (kiri ke kanan).
Jakarta (Metrotvnews.com) - Pemimpin Redaksi Stasiun Televisi TvOne, Karni Ilyas, mengatakan bahwa rusaknya citra Partai Demokrat bukan karena pemberitaan media. Tapi lebih kepada ulah fungsionaris partai pemenang pemilu itu. "Yang membuat rusak Demokrat ini bukan media massa seperti kami, tapi fungsionarisnya sendiri. Jadi, janganlah sampai buruk muka cermin dibelah," kata Karni dalam diskusi Silaturahmi Pers Nasional tentang "Bedah Kasus Pers: Metro TV dan TVOne, Menjawab Pengaduan Partai Demokrat ke KPI" di Jakarta, Selasa. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
TV One Akui Ical Intervensi Berita Soal Demokrat |
|
Selasa, 06 Maret 2012 |
|
Karni Ilyas (di podium)
dalam Silaturahmi Pers Nasional 2012
JAKARTA (Fahmi Firdaus- Okezone) - Partai Demokrat mengadukan Metro TV dan TV One ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait gencarnya pemberitaan mengenai skandal suap Wisma Atlet SEA Games yang menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat.
Dalam silaturahmi pers nasional di Wisma Antara siang ini, Pemimpin Redaksi TV One Karni Ilyas mengakui pemberitaan TV One mengenai Demokrat memang diintervensi pemiliknya, Aburizal Bakrie, yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Namun, intervensi itu justru bukan untuk memojokkan, sebagaimana dituduhkan kader Demokrat.
“Jadi memang ada intervensi dari Pak Ical terkait pemberitaan Partai Demokrat. Beliau minta untuk tidak keras terhadap Partai Demokrat,” ujar Karni Ilyas, Selasa.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 8 dari 680 |
|
Berita Utama
A feed could not be found at http://www.liputan6.com/feed/rss
|
|